Polhukam

Lawan Hoaks dengan Tingkatkan Literasi Digital

Muhammad Ibnu Idris
Bagikan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menjelang Pemilu 2024 yang bakal berlangsung awal tahun depan membuat masyarakat harus ekstra waspada, salah satunya adalah dengan merebaknya konteks hoaks atau disinformasi yang tentu diciptakan untuk tujuan tidak baik.

Hal ini seperti disampaikan oleh Program Manager Tular Nalar MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia), Santi Indra Astuti. Menurut dia, saat ini masyarakat perlu diajak untuk lebih waspada dengan semua konten informasi yang sangat mudah mereka serap melalui perangkat digital yang dimiliki.

“Salah satu tantangan terbesar dalam menghadapi pemilu adalah pemberitaan hoaks yang sudah beredar dan menyebar begitu cepat hari ini,” kata Santi dalam dialog virtual, Jumat (10/11) seperti dikutip Holopis.com.

Ia tak menyalahkan teknologi yang sudah berkembang pesat, namun ia hanya menilai perlu penyesuaian diri bagi para penggunanya agar tidak salah dalam memanfaatkan teknologi informasi seperti saat ini, yakni melalui kecerdasan literasi digital.

“Perkembangan teknologi di era digital telah mendorong akses dan penyebaran informasi menjadi tanpa batas serta tidak terkontrol. Akibatnya, banyak dari masyarakat yang tanpa sengaja menyebarkan berita bohong karena misinformasi, hingga menimbulkan ujaran kebencian,” paparnya.

Dengan kecerdasan literasi ini, maka masyarakat akan lebih bisa menyaring mana informasi yang benar dan pantas untuk dipercaya, dan mana informasi yang hoaks dan menyesatkan sehingga perlu dieliminir.

“Penting bagi masyarakat untuk dapat terus meningkatkan literasi digital dalam upaya menangkal hoaks,” kata ujar Santi.

Kemudian, ia juga mengatakan bahwa kecerdasan literasi ini bisa membuat masyakat lebih cerdas memilih siapa sosok pemimpin yang bakal mereka pilih di Pilpres 2024 maupun Pemilu lainnya, baik itu Pilkada maupun Pileg. Sebab, semua preferensi politik muncul karena keyakinan sendiri, bukan berdasarkan hoaks dan propaganda negatif yang sudah bisa lebih cepat disebarkan di era digital seperti saat ini.

“Maka dari itu, penting bagi masyarakat untuk dapat terus meningkatkan literasi digital dalam upaya menangkal hoaks,” tegasnya.

ARTIKEL TERKAIT