Internasional

Korban Meninggal Gempa Myanmar Tembus 2.000 Jiwa

Darin Brenda Iskarina
Bagikan:

JAKARTA – Korban gempa di Myanmar akibat gempa bumi dahysat berkekuatan 7.7 skala richter yang juga mengenai Thailand sudah naik menjadi 2.000 jiwa. Tim penyelamat pun mengatakan saat ini mereka dilanda masalah tambahan, yaitu kondisi yang mendesak untuk tempat berlindung para korban, serta makanan mereka.

Selain tempat berlindung dan makanan, mereka juga membutuhkan air bersih untuk para korban gempa. Sementara itu tim penyelamat pun masih terus melakukan penyelamatan dan pencarian korban, meskipun mereka sudah semakin pasrah.

Seorang pekerja dari Komite Penyelamatan Internasional di Mandalay menjelaskan bahwa orang-orang masih trauma dengan gempa bumi, sehingga mereka tidur di jalanan atau lapangan terbuka.

“Setelah mengalami teror gempa bumi, orang-orang sekarang takut akan gempa susulan, dan tidur di luar di jalan, atau di lapangan terbuka,” kata petugas tersebut, dikutip Holopis.com, Selasa (1/4).

Ia menjelaskan para korban selamat sangat membutuhkan tenda, bahkan mereka yang rumahnya masih utuh tetap membutuhkan tenda karena rasa takut.

“Ada kebutuhan mendesak untuk tenda, karena bahkan mereka yang rumahnya masih utuh terlalu takut untuk tidur di dalam ruangan,” lanjutnya.

Tim Penyelamat Mengalami Keterbatasan Alat

Sementara itu, seorang petugas penyelamat bernama Wai Phyo mengatakan bahwa tim penyelamat sedang melakukan yang terbaik meskipun kewalahan karena keterbatasan alat.

“Masih banyak orang terjebak di bawah reruntuhan. Kami berharap mereka selamat, tetapi harapannya tidak begitu cerah,” demikian disampaikan Wai Phyo.

Bahkan, Wai Phyo mengatakan militer Myanmar memang sudah mengirimkan pasukan ke daerah yang terkena dampak. Namun mereka tidak membantu.

“Mereka tidak membantu,” kata Wai Phyo.

Gempa Mengguncang Myanmar dan Thailand

Sebagai informasi Sobat Holopis, gempa bumi yang sangat besar sebenarnya jarang terjadi di Bangkok. Meskipun tidak ada kerusakan parah yang meluas, namun masyarakat sempat dibuat panik akibat gempa yang kencang itu.

Saat ini di seluruh Bangkok, para insinyur serta pejabat pemerintah sedang memeriksa keamanan ratusan gedung pencakar langit. Terutama gedung-gedung yang dilaporkan mengalami keretakan.

Pemerintah Bangkok pun mengumumkan bahwa ibu kota Thailand tersebut saat ini sedang menjadi zona bencana. Tetapi saat ini, Bangkok sudah kembali berjalan dengan normal.

Sementara itu, gempa berkekuatan 7.7 magnitudo ini adalah gempa terbesar yang melanda Myanmar dalam lebih dari satu abad. Getarannya sangat luas hingga merusak bangunan-bangunan di Bangkok yang berlokasi ratusan kilometer dari pusat gempa.

ARTIKEL TERKAIT