Wisata

Kemenpar Gelar “Diving Safety 1000 Initiatives” Fokus Standar Keselamatan Selam

Dede Suhadi
Bagikan:

HOLOPIS.COM, TERNATE – Laut, bagi masyarakat Maluku Utara, adalah jantung kehidupan. Filosofi ini kini diangkat menjadi standar operasional destinasi wisata selam, menyusul rampungnya rangkaian kegiatan “Diving Safety 1000 Initiatives” yang digelar oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Divers Alert Network (DAN) di Ternate pada 7-8 Oktober 2025.

Bukan sekadar pelatihan teknis, inisiatif ini menegaskan bahwa masa depan Maluku Utara terutama Morotai sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) akan dibangun di atas landasan keamanan yang tak tertawar, sejalan dengan program prioritas Kemenpar “Pariwisata Naik Kelas (Upscaled Tourism).”

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto, dengan tegas menyatakan, “Keselamatan wisatawan adalah prioritas utama. Indonesia diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata selam kelas dunia yang tidak hanya indah, tetapi juga aman dan terpercaya.”

Hariyanto menjelaskan bahwa untuk mencapai level global, aktivitas wisata bahari di Maluku Utara, yang tergolong berisiko menengah tinggi, harus memenuhi prasyarat keamanan. Inilah mengapa 55 pelaku usaha dari sembilan dive center di Ternate, Tidore, dan Morotai, digembleng dengan standar internasional.

Mereka menerima modul edukasi vital yang disusun bersama Dive Agency NAUI, mencakup Basic Life Support, CPR, dan Emergency Oxygen Provider. Sebagai dukungan nyata, Kemenpar dan DAN juga menyerahkan 60 set first-aid kits dan delapan oxygen regulator untuk meningkatkan kesiapan penanganan darurat di lapangan.

Pelatihan ini adalah bagian integral dari komitmen mewujudkan “zero-accident” dalam aktivitas menyelam, sebuah janji yang sejalan dengan upaya pelestarian ekosistem laut. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Maluku Utara, Kadri La Etje, yang mewakili Gubernur, memberikan perspektif lokal yang mendalam.

“Inisiatif ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga gerakan moral untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menyelam bukan hanya menikmati keindahan bawah laut, tetapi juga menjaga kehidupan di dalamnya,” ujar Kadri La Etje.

Ia menggarisbawahi kekayaan bahari Maluku Utara, di mana lebih dari 70 persen wilayah adalah perairan yang menyimpan keindahan karang dan biota laut luar biasa. Lanjutnya lagi, bahwa upaya ini memastikan wisata bahari di Maluku Utara tidak hanya menarik, tetapi juga berkelanjutan, aman, dan memberi manfaat bagi masyarakat pesisir.

Dengan terselenggaranya kegiatan di Maluku Utara ini, program “Diving Safety 1000 Initiatives” telah menjangkau 890 peserta dari target 1.000, meliputi destinasi selam unggulan lainnya seperti Raja Ampat, Labuan Bajo, dan Bali.

Kolaborasi konsisten Kemenpar dan DAN ini menjadi fondasi kuat bagi citra pariwisata bahari Indonesia yaitu cantik, profesional, dan bertanggung jawab. Sehingga bisa menjadi magnet yang mendatangkan wisman maupun wisnus untuk berlibur di indonesia saja.

ARTIKEL TERKAIT