Internasional
Kebakaran Terbesar di Belgia Sejak 1911 Meluas hingga 3.000 Hektare
HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kebakaran hutan yang melanda kawasan High Fens, Belgia, semakin meluas dan telah membakar sekitar 3.000 hektare lahan. Lebih dari 250 petugas pemadam kebakaran dan personel darurat dikerahkan untuk menangani kobaran api yang hingga Minggu masih belum berhasil dikendalikan.
Kebakaran pertama kali muncul pada Jumat dengan luas area terdampak sekitar 80 hektare. Namun, api dengan cepat menyebar hingga mencapai 850 hektare pada Sabtu pagi dan kembali meluas menjadi sekitar 3.000 hektare pada Minggu dini hari.
Besarnya area yang terdampak membuat kebakaran tersebut menjadi yang terbesar yang tercatat di Belgia sejak 1911. Saat itu, kawasan yang sama juga pernah dilanda kebakaran besar dalam kondisi cuaca panas dan kering.
Asap tebal berwarna kekuningan menyelimuti kawasan yang berada dekat perbatasan Jerman. Kondisi tersebut membuat otoritas melakukan evakuasi terhadap warga dari sejumlah bagian di dua desa di sekitar lokasi kebakaran.
Hingga Minggu pagi, belum ada rumah warga yang dilaporkan terbakar. Namun, api masih berada di luar kendali dan beberapa titik kebakaran masih aktif.
Perubahan arah angin menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Arah kobaran api dapat berubah berulang kali sehingga petugas kesulitan menentukan pola untuk membatasi penyebarannya.
Petugas pemadam kebakaran dari berbagai wilayah Belgia turut dibantu oleh personel dari Jerman. Sejumlah kendaraan pemadam juga dikerahkan untuk memperkuat penanganan di lokasi.
Karakteristik kawasan High Fens turut menyulitkan operasi. Wilayah tersebut terdiri dari lahan semak, rawa gambut, hutan pinus dan jalur kayu yang membuat akses menuju sejumlah titik kebakaran menjadi terbatas.
Kendaraan berat bahkan berisiko terperosok ke dalam tanah yang lunak, sementara petugas tidak dapat mendekati beberapa bagian api secara langsung. Tim penyelamat juga belum berhasil mencapai lokasi yang diduga sebagai titik awal kebakaran sehingga penyebabnya masih belum diketahui.
Kondisi lahan gambut menjadi tantangan tambahan karena api dapat terus membakar bagian bawah permukaan tanah meskipun kobaran yang terlihat telah padam.
Terbatasnya akses darat membuat otoritas meningkatkan penggunaan bantuan udara. Helikopter polisi federal Belgia dan pesawat dari Belanda dikerahkan untuk mengambil air dari danau di sekitar lokasi sebelum menjatuhkannya ke area yang terbakar.
Belgia juga mengaktifkan mekanisme perlindungan sipil Uni Eropa untuk memperoleh tambahan bantuan. Helikopter dari Republik Ceko dan pesawat pemadam kebakaran dari Swedia dijadwalkan bergabung dalam operasi pada Minggu.
Komisioner Uni Eropa Hadja Lahbib menyebut Norwegia dan Jerman juga berpotensi memberikan tambahan pesawat untuk membantu penanganan kebakaran.
ARTIKEL TERKAIT
- Ini Rekaman Detik-detik Ledakan Kebocoran Gas di Korea Selatan, Serem Banget!
- Petugas Damkar Dituding Lamban, Dua Rumah di Karawang Ludes Terbakar
- Api Lalap Pemukiman Padat Penduduk di Kawasan Ampera Jaksel
- Kebakaran Melanda Bangunan Semi Permanen di Kalideres
- Truk Tangki Pertamina Terbakar Dekat Exit Tol Ngawi