Polhukam

Kaget Dengar Prabowo bilang Goblok, Begini Kritik Ni Luh Djelantik

Muhammad Ibnu Idris
Bagikan:

JAKARTA, HOLOPIS.COM — Anggota DPR RI Ni Luh Djelantik menyampaikan kritik kepada Presiden Prabowo Subianto terkait penggunaan istilah yang merendahkan rakyat dalam pidato.

Pemilik nama lengkap Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik tersebut meminta kepada Presiden Prabowo agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan di hadapan publik.

Menurutnya, naskah pidato yang telah disiapkan oleh tim sebaiknya menjadi acuan agar pernyataan Presiden tidak menimbulkan persoalan baru.

“Kepada bapak presiden kesayangan, mohon jika bapak berpidato, naskah yang disiapkan oleh team agar dibaca saja pak,” kata Niluh, Minggu (20/9/2026).

Ia mengatakan, dirinya bersama masyarakat memiliki harapan besar kepada Presiden Prabowo untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

“Kami punya harapan besar pada bapak untuk mengantarkan negeri ini ke arah kebaikan,” ujarnya.

Namun, Niluh menyoroti penggunaan istilah “goblok” yang menurutnya ditujukan kepada pihak yang menyampaikan kritik.

Ia menilai orang-orang yang dikritik Presiden memiliki kemampuan keilmuan dan menjalani proses belajar yang panjang. Karena itu, menurut Niluh, kritik seharusnya tidak dibalas dengan pelabelan yang merendahkan.

“Yang bapak sebut goblok itu memiliki kemampuan keilmuan dan proses belajar yang panjang. Kalau seorang presiden menggoblok-goblokkan rakyatnya sendiri, kepada siapa kami berharap untuk meninggikan derajat dan kehormatan bangsa ini?” tuturnya.

Minta Kritik Dijawab dengan Data

Niluh juga meminta agar kritik terhadap pemerintah, termasuk kritik yang disampaikan secara keras, dihadapi melalui argumentasi dan data.

Menurut dia, perbedaan pandangan seharusnya menjadi ruang bagi para pakar untuk berdiskusi, saling memberikan argumentasi, hingga menemukan solusi yang dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat luas.

“Kritik mereka, sekeras apapun agar direspon dan disanggah dengan data. Serahkan kepada pakar-pakar lainnya untuk meng-counter agar mereka diskusi, argumentasi dan menemukan solusi untuk kepentingan seluruh rakyat,” kata Niluh.

Niluh mengaku prihatin ketika menyaksikan pidato Presiden yang kemudian disambut tawa dan tepuk tangan dari sebagian audiens.

“It is a very sad day when I listened to your speech and watched the audiences laughed and clapped their hands,” tulisnya.

ARTIKEL TERKAIT