Polhukam
Golkar Yakin Prabowo Subianto Tetap Unggul Meski Dikeroyok Ganjar-Anies
HOLOPIS.COM, JAKARTA – Partai Golkar meyakini keunggulan Prabowo Subianto membuat sejumlah pasangan calon lain bersikeras untuk mencecarnya termasuk saat debat capres.
Meski begitu, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan, hal tersebut tidak menjadi sesuatu kendala besar untuk tetap mempertahankan keunggulan Prabowo Subianto.
“Yang unggul pasti diserang. Jadi, karena perbedaannya sudah relatif tinggi, jadi itu biasa-biasa saja,” kata Airlangga dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (9/1).
Menko Perekonomian RI itu pun meyakini dengan keunggulan dari segi pengetahuan soal kemiliteran dan pertahanan menjadi modal besar Prabowo saat penyampaian debat, termasuk soal pemaparan visi dan misi.
Selain itu, Airlangga menilai, tingginya elektabilitas pun diyakini juga menjadi penyulut dua capres lain untuk menjadi kompak sesaat mencecar Prabowo saat debat.
Meski demikian, Airlangga Hartarto memuji kepiawaian Prabowo Subianto yang tetap menunjukkan kualitasnya lantaran menjawab pertanyaan berdasarkan pengalaman dan fakta saat debat kemarin.
“Apa yang dijawab itu adalah jawaban-jawaban apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah, termasuk Pak Prabowo. Bukan dalam tataran teori, itu best practice,” ucapnya.
Airlangga kemudian juga tetap yakin bahwa masyarakat tidak akan terkecoh dan lebih cerdas dalam menilai kualitas masing-masing capres setelah menyaksikan debat kemarin.
Diketahui sebelumnya, debat capres telah berlangsung pada Minggu (7/1) kemarin. Dimana dalam debat mengambil tema mengenai pertahanan, geopolitik serta hubungan luar negeri.
ARTIKEL TERKAIT
- Presiden Prabowo Dorong Pengusaha Amerika Perbesar Investasi di Indonesia
- Sikap Prabowo Benci Pakar, Henry Subiakto: Ironi dari Anak Seorang Soemitro
- Presiden Prabowo Sambut Baik Peluang Kerja Sama Keamanan Indonesia - RRT
- Presiden Prabowo Subianto Ajak SBY Resmikan Kampus Bhinneka Tunggal Ika Unhan
- MK Tak Temukan Abuse Of Power Prabowo Sesuai Dalil Pemohon