Internasional
Benjamin Netanyahu Keracunan Makanan, Langsung Kabur dari Sidang dan WFH
JAKARTA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menderita keracunan makanan, dan sudah dikonfirmasi oleh kantornya. Dokter mendiagnosa Benjamin Netanyahu radang usus dan dehidrasi.
Ia pun berencana untuk berisitrahat sekitar 3 (tiga) hari di rumah dan akan WFH (work from home) untuk mengurus urusan kenegaraan dari rumahnya.
“Sesuai dengan instruksi dokternya, perdana menteri akan beristirahat di rumah selama tiga hari ke depan dan akan mengurus urusan negara dari sana,” kata kantor Benjamin Netanyahu, dikutip Holopis.com, Senin (21/7/2025).
Benjamin Netanyahu juga didiagnosa dehidrasi dan menerima cairan infus sebagi bagian dari proses pemulihannya.
Akibat penyakit yang ia derita, Benjamin Netanyahu menyebabkan jadwal persidangan korupsinya harus ditunda. Jadwal sidang berikutnya pun dijadwalkan sebelum September karena ada reses musim panas di pengadilan.
Sebagai informasi, Benjamin Netanyahu saat ini memang sedang terlbat kasus dugaan korupsi. Persidangan ini ipun sudah ditunda beberapa kali sejak tahun 2020. Penundaan persidangan itu memiliki beberapa alasan, termasuk perang di Gaza, kemudian konflik di Lebanon.
Perdana Menteri Netanyahu dan istrinya, Sara Netanyahu, dituding menerima barang-barang mewah senilai lebih dari $260.000 (atau sekitar Rp4.23 miliar). Beberapa barang mewah yang terlibat termasuk cerutu, perhiasan, sampanye, serta imbalan bantuan politik.
Saat ini Benjamin Netanyahu menjadi salah satu pemimpin dunia yang dikejar karena dituding telah melanggar perjanjian internasional dengan menyerang Gaza, dan dugaan menggunakan kelaparan sebagai senjata, yang melanggar Perjanjian Jenewa.