Ekobiz
Bansos Nggak Otomatis Cair Meski Masuk DTSEN, Ini Penjelasan BPS
Kondisi sosial dan ekonomi keluarga dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, data perlu diperbarui secara berkala agar gambaran kondisi masyarakat tetap sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Amalia mengatakan masyarakat memiliki peran penting dalam proses tersebut.
“Di balik setiap data, ada nama, ada keluarga, ada yang terus berjuang untuk dijangkau oleh DTSEN,” ungkap Amalia.
Menurut dia, pemutakhiran data memungkinkan keluarga yang sebelumnya tidak tercatat menjadi terdata. Dengan begitu, masyarakat yang sebelumnya belum terlihat dalam sistem pemerintah dapat lebih mudah dijangkau oleh program yang sesuai.
Masyarakat yang menemukan informasi mengenai dirinya atau keluarganya belum sesuai dengan kondisi sebenarnya juga dapat melakukan pembaruan melalui mekanisme usul dan sanggah pada kanal resmi yang tersedia.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki kualitas DTSEN secara berkelanjutan.
BPS mengelola DTSEN, sementara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah turut membantu proses pemutakhiran, verifikasi, serta validasi data.
DTSEN sendiri dibentuk untuk mengonsolidasikan data sosial dan ekonomi yang sebelumnya tersebar di berbagai sumber. Data tersebut kemudian dihimpun, ditunggalkan, dan diintegrasikan sesuai amanah Inpres Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN.
4,3 Juta KPM Baru Ditemukan
Pemanfaatan DTSEN disebut sudah memberikan dampak dalam penyaluran program pemerintah.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan penggunaan data yang lebih terpadu membantu pemerintah menemukan masyarakat yang sebelumnya belum menerima bantuan.
“Setelah DTSEN dibentuk dan digunakan, sebanyak 4.330.417 KPM (keluarga penerima manfaat) yang sebelumnya tidak pernah menerima bantuan kini menjadi penerima bantuan. Baik itu PKH (Program Keluarga Harapan), bantuan pangan non tunai, maupun penerima bantuan iuran. Mereka yang kehidupannya berhasil dibantu oleh pemerintah setelah kehadirannya ditemukan melalui DTSEN,” ungkap Saifullah.
Angka tersebut menunjukkan fungsi DTSEN bukan sekadar mengumpulkan data penduduk. Pemerintah juga menggunakannya untuk membantu menemukan kelompok masyarakat yang berpotensi membutuhkan intervensi program.
Namun, satu hal yang perlu digarisbawahi: terdaftar dalam DTSEN tidak sama dengan otomatis menerima bansos. Status penerima tetap bergantung pada kriteria dan kebijakan program yang berlaku.