HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kritik dr Tirta terhadap insentif MBG Rp1 triliun berbuntut mengejutkan. Dua wakil menteri mendadak mengirim DM, apa isi pesannya?
Kritik dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, terhadap kebijakan pemberian insentif fiskal Rp1 triliun untuk pemerintah daerah pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata berbuntut panjang.
Seusai melontarkan kritik, dr. Tirta mengaku mendadak menerima pesan langsung atau direct message (DM) dari dua orang wakil menteri (wamen).
Pengakuan tersebut langsung menarik perhatian setelah dr. Tirta mengungkapkannya dalam sebuah siaran langsung di media sosial.
Ia bahkan menduga pembahasan yang disampaikannya mengenai kebijakan anggaran MBG turut dipantau oleh sejumlah pejabat pemerintah.
Pernyataan itu kemudian kembali beredar setelah rekaman siaran langsungnya diunggah melalui akun Threads @dr.tirta pada Sabtu (31/10/2026).
Dalam rekaman tersebut, dr. Tirta secara terbuka menyebut dirinya baru saja dihubungi dua pejabat setingkat wakil menteri setelah menyampaikan kritik mengenai insentif fiskal untuk program MBG.
“Nih pasti live ini direkam pejabat, saya yakin nih, karena kemarin saya di-DM 2 wamen abis saya ngomong mengenai insentif fiskal buat MBG,” ujar dr. Tirta.
Meski mengaku menerima pesan dari dua pejabat pemerintah, dr. Tirta tidak mengungkap siapa sosok kedua wakil menteri tersebut.
Ia juga belum menjelaskan secara terperinci isi komunikasi yang diterimanya, termasuk apakah pesan tersebut berisi tanggapan, klarifikasi, atau pembahasan lebih lanjut mengenai kritik yang disampaikannya.
Persoalan yang menjadi perhatian dr. Tirta adalah kebijakan pemerintah mengalokasikan insentif fiskal senilai Rp1 triliun kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Kebijakan tersebut menempatkan pemerintah daerah sebagai salah satu pihak yang mendapat alokasi insentif berdasarkan penilaian terhadap dukungan mereka terhadap pelaksanaan MBG.
Namun, kebijakan pengalokasian anggaran tersebut menuai kritik dari dr. Tirta.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!