Pemprov DKI Bidik Kerja Sama dengan Netflix untuk Kembangkan Perfilman Jakarta

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyiapkan sejumlah kerja sama internasional untuk memperkuat industri perfilman di ibu kota. Kerja sama tersebut melibatkan platform streaming audio visual asal Amerika Serikat Netflix.

Rano mengatakan, Pemprov DKI Jakarta berencana menjalin kerja sama dengan Netflix pada Selasa (20/10), kemudian dengan Turki pada Rabu (21/10). Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengembangkan industri perfilman melalui Jakarta Film Commission (JFC).

“Nanti sore kita akan kerja sama dengan, maaf kalau boleh sebut, Netflix. Dan besok kita akan kerja sama dengan Turki,” kata Rano saat membahas pengembangan industri film dalam Jakarta Film Summit, dikutip Holopis.com, Selasa (20/10).

Selain kedua pihak tersebut, Rano juga membuka peluang kolaborasi dengan Inggris. Ia menyebut akan menerima perwakilan British Council untuk membahas kemungkinan kerja sama dalam pengembangan industri perfilman Jakarta.

“Nanti jam 10.00 WIB saya menerima British Council di sini. Mereka ingin tahu apa kegiatan yang kita lakukan. Mudah-mudahan bisa kerja sama juga dengan Inggris,” ujarnya.

Sebagai aktor yang dikenal luas melalui perannya sebagai Si Doel, Rano menilai pengembangan industri film membutuhkan dukungan kebijakan yang memudahkan proses produksi. Karena itu, Jakarta Film Commission diharapkan dapat memperkuat ekosistem perfilman sekaligus meningkatkan daya tarik Jakarta bagi rumah produksi dalam dan luar negeri.

Program pertama yang dijalankan JFC adalah Filming in Jakarta. Program ini berfokus pada pelayanan dan pengurusan perizinan syuting untuk membantu rumah produksi yang ingin melakukan pengambilan gambar di Ibu Kota.

“Program pertama Jakarta Film Commission adalah Filming in Jakarta. Artinya mengurus perizinan syuting di Jakarta,” jelasnya.

Rano juga melihat peluang untuk memperluas jaringan produksi film dari Jakarta ke berbagai daerah di Indonesia. Ia mengungkapkan, sebanyak 91 sultan dan perwakilan kerajaan dari Nusantara yang sebelumnya berkunjung turut mengikuti perkembangan JFC.

“91 sultan dan kerajaan dari Nusantara. Ternyata mereka mengikuti Jakarta Film Commission. Bahkan daerah ini welcome,” ungkap Rano.

Menurutnya, sejumlah perwakilan daerah menyambut baik inisiatif tersebut dan menawarkan wilayah mereka sebagai lokasi syuting. Ia berharap Jakarta dapat menjadi pintu gerbang bagi rumah produksi yang ingin mengembangkan proses pengambilan gambar ke berbagai daerah.

“Jakarta jadi pintu gerbang, kalau memang mau syuting di wilayah mereka ini menjadi daya tarik,” tuturnya.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga berencana bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengukur dampak ekonomi dari 21 subsektor ekonomi kreatif. Pengukuran tersebut diharapkan memberikan gambaran lebih menyeluruh mengenai kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian Jakarta.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Vhina Noviyanti
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Darin Brenda Iskarina
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU