HOLOPIS.COM, JAKARTA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Salemba kembali membuka layanan kunjungan tatap muka khusus anak bagi warga binaan. Layanan ini menjadi salah satu cara untuk menjaga hubungan keluarga tetap dekat selama warga binaan menjalani proses pembinaan.
Tak sekadar bertemu, momen tersebut memberi kesempatan bagi warga binaan untuk berbincang dan berbagi cerita langsung dengan buah hati mereka.
Kepala Lapas Kelas IIA Salemba Amico Balalembang mengatakan pertemuan dengan anak punya arti penting bagi warga binaan.
Menurutnya, dukungan dari keluarga bisa menjadi salah satu sumber semangat bagi warga binaan untuk menjalani proses pembinaan dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat.
“Kami berharap momen seperti ini dapat menjadi sumber semangat bagi mereka untuk menjalani pembinaan dengan baik, tetap menjaga hubungan dengan keluarga, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat,” kata Amico dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).
Dalam layanan tersebut, warga binaan mendapat kesempatan untuk bertemu dan berinteraksi langsung dengan anak-anak mereka.
Pertemuan berlangsung dalam suasana yang terbatas, tetapi tetap memberikan ruang bagi orang tua dan anak untuk berbincang serta saling berbagi cerita.
Bagi warga binaan, kesempatan bertemu secara langsung menjadi bagian penting untuk mempertahankan ikatan keluarga selama masa pembinaan.
Jajaran petugas Lapas Salemba memastikan kunjungan berlangsung aman dan tertib dengan mengikuti standar operasional prosedur (SOP).
Di sisi lain, pelayanan tetap dibuat ramah dan responsif agar anak maupun keluarga merasa lebih nyaman selama berada di area kunjungan.
Sejumlah fasilitas pendukung juga disiapkan untuk menunjang kenyamanan anak dan keluarga selama mengikuti kunjungan.
“Pendekatan ramah anak diterapkan agar interaksi antara warga binaan dan keluarga berlangsung dalam suasana yang nyaman,” ujarnya.
Jaga Ikatan Keluarga
Amico berharap layanan khusus tersebut bisa terus menjadi ruang bagi warga binaan untuk mendapatkan dukungan dari keluarga.
Menurutnya, hubungan yang tetap terjaga selama masa pembinaan dapat membantu warga binaan menghadapi proses menuju kehidupan setelah keluar dari lapas.



