HOLOPIS.COM, JAKARTA – Penampilan aubade pada upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10), ternyata menyimpan pesan khusus untuk pemerintah.
Konduktor dari SMKN 2 Cibinong, Jawa Barat, Pipit Nurwidayati, berharap pengembangan musik orkestra di kalangan pelajar mendapat perhatian lebih besar. Bahkan, ia secara khusus mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk melihat langsung aktivitas orkestra di sekolahnya.
Pipit menjadi konduktor yang memimpin penampilan orkestra dan aubade dalam rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang dihadiri Presiden Prabowo.
Persiapan dilakukan dalam waktu relatif singkat. Para pelajar hanya memiliki waktu sekitar tiga pekan untuk berlatih sebelum tampil dalam agenda nasional tersebut.
Meski begitu, Pipit menyebut keterbatasan waktu bukan alasan untuk tampil seadanya. Kekompakan tim menjadi modal utama untuk menghasilkan pertunjukan yang maksimal.
“Tim ini sebenarnya tim yang sangat-sangat solid. Dengan durasi tiga minggu kita latihan, kita menghasilkan karya-karya yang dapat dimainkan di Hari Kesaktian Pancasila,” paparnya.
Lagu-lagu yang dimainkan pun bukan sekadar pengiring acara. Menurut Pipit, lagu perjuangan dan lagu nasional menjadi cara untuk mengingat kembali jasa para pahlawan.
“Yang disampaikan salah satunya bahwa kita mengenang jasa-jasa para pahlawan yang dahulu. Sehingga lagu-lagu perjuangan atau lagu-lagu nasional yang kita mainkan itu tersampaikan oleh masyarakat,” jelasnya.
Bawa Semangat Persatuan
Bagi Pipit, tampil bersama pelajar dari berbagai daerah dengan alat musik dan pakaian adat juga punya makna tersendiri.
Ia melihat kebersamaan sebagai salah satu nilai penting yang perlu terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.
“Yang kita lakukan yaitu kebersamaan. Kebersamaan solid. Untuk merata, merakyat, yang penting tidak membeda-bedakan,” tuturnya.
Namun, setelah penampilan tersebut selesai, Pipit masih membawa satu harapan yang ingin disampaikan kepada pemerintah.



