Guntur Romli Soroti Luky Alfirman Jadi Wamenkeu: Dicopot Bukan Akhir Karier, Malah Promosi?

3 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Politikus dan pegiat media sosial Mohamad Guntur Romli menyoroti pengangkatan Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) setelah sebelumnya dicopot dari jabatan Direktur Jenderal Anggaran oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Luky resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wamenkeu pada Kamis (1/10/2026). Pengangkatan tersebut menjadi sorotan karena sekitar lima bulan sebelumnya, Luky diberhentikan dari posisi Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan oleh Purbaya.

Guntur Romli kemudian mengaitkan kembali pergantian tersebut dengan polemik pengadaan puluhan ribu motor listrik untuk Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam pandangan pribadinya, Guntur menyebut politik Indonesia penuh kejutan, atau bahkan ironi, ketika sosok yang sebelumnya dicopot dari jabatan strategis justru kembali mendapatkan posisi lebih tinggi.

“Politik kita memang penuh kejutan atau lebih tepatnya penuh ironi,” kata Guntur seperti dikutip Holopis.com, Jumat (2/10/2026).

Ia mengingatkan bahwa ketika Luky dicopot dari posisi Dirjen Anggaran, Purbaya sempat ditanya mengenai alasan pencopotan tersebut. Saat itu, Purbaya tidak memberikan penjelasan secara lugas dan justru mengeluarkan pernyataan yang kemudian banyak dikaitkan dengan polemik anggaran motor listrik BGN.

“(Dirjen Anggaran dicopot karena) motor MBG, mungkin, Anda tebak saja sendiri,” kata Purbaya ketika itu.

Purbaya sebelumnya memang mengungkap bahwa pengadaan motor listrik untuk mendukung operasional program MBG sempat ditolak. Namun, anggaran tersebut kemudian tetap lolos melalui celah pada perangkat lunak Direktorat Jenderal Anggaran (DJA). Purbaya menyebut sistem tersebut kemudian diperbaiki.

BGN sendiri sebelumnya menyatakan pengadaan motor listrik tersebut telah direncanakan dalam anggaran 2025 untuk mendukung mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Guntur mempertanyakan tidak adanya penjelasan terbuka yang menurutnya dapat menjawab secara tuntas siapa yang bertanggung jawab atas lolosnya anggaran tersebut.

“Publik pun menebak pengadaan puluhan ribu motor listrik untuk BGN era Dadan Hindayana disebut lolos, padahal sudah ditolak Purbaya,” tulisnya.

Ia kemudian mempertanyakan apakah persoalan tersebut terjadi karena adanya celah dalam sistem anggaran atau terdapat pihak yang sengaja membiarkan celah tersebut terbuka.

“Alasannya katanya ada celah sistem di Direktorat Jenderal Anggaran, sistemnya yang bocor atau ada yang sengaja membiarkan pintu terbuka?” ujarnya.

3 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU