Persatuan Guru Ngaji Lampung Siap Sosialisasi Film Ageman, Bentengi Santri dari Intoleransi dan Radikalisme

8 Shares

BANDAR LAMPUNG — Dukungan terhadap karya sineas lokal Lampung bertajuk Film Ageman terus mengalir deras.

Persatuan Guru Ngaji Lampung di bawah kepemimpinan Ustadz Mas Amiruddin secara tegas menyatakan kesiapannya untuk mensosialisasikan film bertema moderasi beragama tersebut ke lingkungan pesantren dan madrasah di seluruh wilayah Lampung.

​Film Ageman dirancang sebagai media edukasi visual mengenai pentingnya toleransi dan keberagaman di Indonesia.

Film yang diangkat dari kisah nyata perjalanan hidup Ken Setiawan—mantan aktivis radikal yang kini aktif mengampanyekan pencegahan intoleransi, radikalisme, dan terorisme—tersebut dijadwalkan tayang perdana pada 1 Oktober 2026 mendatang.

​Ketua Persatuan Guru Ngaji Lampung, Ustadz Mas Amiruddin, menilai hadirnya Film Ageman sangat relevan dengan dinamika sosial saat ini, terutama di tengah ancaman isu perundungan (bullying), maraknya hoaks, hingga penyebaran benih radikalisme di kalangan generasi muda.

​Apalagi, menurut Amiruddin, riset berbagai lembaga pemantau hak asasi seperti SETARA Institute dan Amnesty International menunjukkan tren intoleransi di tingkat akar rumput—mulai dari penolakan rumah ibadah hingga persekusi minoritas—masih menjadi tantangan nyata yang mengkhawatirkan.

​”Sentimen mayoritarianisme di tingkat warga dan lemahnya pemahaman keagamaan yang inklusif menjadi salah satu pemicunya. Karena itu, setelah resmi rilis, Film Ageman ini sangat layak ditonton oleh masyarakat luas, khususnya di Lampung, agar kita semakin menyadari pentingnya merawat kerukunan,” ujar Amiruddin, Senin (21/9/2026).

​Ia menjelaskan, filosofi nama Ageman yang diserap dari bahasa Jawa, Sunda, dan Bali bermakna pakaian, pedoman, atau keyakinan. Nama tersebut membawa pesan luhur bahwa identitas lahiriah melekat untuk saling mengenal dan melengkapi, bukan untuk memicu kebencian.

​Melalui sosialisasi intensif ke pesantren dan lembaga pendidikan madrasah, Persatuan Guru Ngaji Lampung berharap nilai-nilai moderasi dalam film ini dapat membentengi para santri dan pelajar dari bahaya paham ekstrem.

​”Harapan kita bersama, Indonesia, khususnya Lampung, tetap damai dan kondusif tanpa ada lagi celah bagi potensi intoleransi maupun radikalisme,” tegas Amiruddin.

8 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU