HOLOPIS.COM, JAKARTA— Presiden Prabowo Subianto menyatakan tengah mendalami dugaan adanya pihak yang berada di balik pengerahan massa dalam aksi demonstrasi yang berujung anarkis. Pendalaman tersebut dilakukan berdasarkan keterangan sejumlah orang yang diamankan dalam rangkaian penanganan aksi, Rabu (16/9).
Prabowo menyebut, orang-orang yang diamankan memberikan keterangan mengenai adanya pemberian uang dan arahan untuk melakukan tindakan tertentu saat aksi berlangsung.
“Anak-anak itu kalau kita kumpulkan ngaku dibayar Rp100 ribu, Rp200 ribu, disuruh ini disuruh itu, ada yang dikasih obat dan sebagainya,” kata Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Rabu (16/9).
Prabowo mengatakan, aparat penegak hukum tengah menelusuri pihak yang diduga berada di balik pengerahan massa tersebut. Ia menyebut pendalaman terhadap dugaan aktor intelektual masih berlangsung.
“Aparat penegak hukum sedang mengusut aktor intelektual di balik pengerahan massa tersebut. Kabar terkininya sudah mau mengarah ke penangkapan,” ujar Prabowo.
Prabowo juga menegaskan bahwa penyampaian pendapat merupakan hak warga negara. Namun, ia membedakan antara aksi unjuk rasa yang berlangsung tertib dengan tindakan yang berujung pada kerusuhan dan kerusakan.
“Pada dasarnya, menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional warga negara yang dilindungi Undang-Undang,” kata Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengatakan pemerintah akan mengambil tindakan apabila situasi dinilai telah membahayakan negara. Ia menyebut kewenangan tersebut akan digunakan berdasarkan ketentuan konstitusi.
“Seandainya saya menilai bahwa ini sudah membahayakan negara, saya akan menggunakan semua wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada saya oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 untuk menyelamatkan negara, untuk menegakkan hukum, dan menjaga perdamaian,” ujar Prabowo.
Prabowo juga menyinggung ratusan anak yang sempat diamankan dalam rangkaian aksi. Ia mengatakan anak-anak tersebut perlu mendapatkan pembinaan dan pendidikan.
“Yang 322 anak-anak itu, saya juga minta ‘sudahlah’. kami minta ke orang tuanya biar kami bina. Kami kasih pendidikan,” tutur Prabowo.
Sementara itu, Prabowo belum membeberkan secara rinci identitas pihak yang disebut berada di balik pengerahan massa tersebut. Proses hukum dan pendalaman terhadap dugaan aktor intelektual masih berjalan.




