Persipura Disanksi Semusim Tanpa Penonton, Manajemen Mutiara Hitam Langsung Bersuara

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Manajemen Persipura Jayapura akhirnya buka suara setelah dijatuhi sanksi berat oleh Komite Disiplin PSSI menyusul kerusuhan usai laga play-off promosi Championship 2025/2026 melawan Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, Jayapura.

Kericuhan pecah setelah Persipura kalah 0-1 dari Adhyaksa pada Jumat (8/5). Kekalahan itu membuat langkah tim berjuluk Mutiara Hitam itu gagal promosi ke Super League musim depan.

Situasi memanas setelah pertandingan berakhir. Sejumlah suporter dilaporkan melakukan aksi perusakan fasilitas stadion hingga membakar kendaraan di area sekitar venue pertandingan.

Akibat insiden tersebut, Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sejumlah hukuman kepada Persipura. Sanksi paling berat adalah larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton selama satu musim penuh di Championship musim depan.

Menanggapi keputusan itu, manajemen Persipura menilai pembatasan total terhadap kehadiran suporter bukan solusi jangka panjang untuk memperbaiki budaya sepak bola nasional.

“Kami juga percaya bahwa pembatasan total terhadap kehadiran penonton dan suporter bukanlah satu-satunya solusi jangka panjang. Sepak bola tanpa kehadiran pendukung akan kehilangan sebagian dari semangat, identitas, dan ikatan emosional yang menjadi jiwa dari olahraga ini,” demikian keterangan resmi manajemen Persipura, Rabu, (21/5/2026).

- Advertisement -

Persipura menyampaikan pembinaan dan edukasi terhadap suporter mesti jadi fokus utama agar budaya sepak bola Indonesia bisa berkembang lebih sehat dan tertib.

Menurut manajemen klub asal Papua itu, suporter perlu terus diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga ketertiban. Selain itu, menghormati regulasi pertandingan, dan bertanggung jawab selama mendukung tim di stadion.

Mereka juga menilai pendekatan edukatif lebih efektif dibanding hanya mengandalkan hukuman.

“Budaya disiplin dalam sepak bola tidak dapat dibangun hanya melalui hukuman semata, tetapi juga melalui pembinaan, komunikasi, dan rasa tanggung jawab bersama,” lanjut keterangan manajemen Persipura.

Pun, Persipura percaya koordinasi yang lebih baik antara klub, suporter, dan penyelenggara bisa menciptakan atmosfer pertandingan yang lebih aman serta kondusif di masa mendatang.

Selain itu, mereka berharap PSSI bisa lebih aktif melakukan pengawasan, pendampingan, serta sosialisasi kepada komunitas suporter di seluruh Indonesia.

Klub juga mendorong adanya pendekatan kolaboratif seperti workshop, forum komunikasi rutin, hingga pembinaan langsung kepada kelompok suporter untuk membangun budaya sepak bola yang lebih dewasa dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, Persipura berharap momentum ini dapat jadi bahan refleksi dan perbaikan bagi seluruh pihak termasuk klub, suporter, penyelenggara, maupun seluruh pemangku kepentingan.

“Agar sepak bola Indonesia dapat terus berkembang dengan kedewasaan, persatuan, profesionalisme, serta budaya suportif yang lebih baik di masa depan,” tambah keterangan manajemen Persipura.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU