HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pasca tragedi tabrakan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, fokus penanganan kini bergeser dari evakuasi darurat menuju fase pemulihan korban dan normalisasi layanan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan duka cita sekaligus permohonan maaf atas insiden tabrakan kereta itu. KAI memastikan komitmen penuh dalam penanganan korban.
“Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik,” kata Anne, dalam keteranganya, Selasa, (28/4/2026).
KAI mengonfirmasi seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek selamat. Sementara, dampak terbesar dialami penumpang KRL. Dari data sementara, ada lima korban meninggal dunia dan 79 orang luka-luka.
Adapun seluruh korban telah dirujuk ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi untuk mendapatkan perawatan intensif.
Dalam penanganan kecelakaan ini, KAI berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis. Langkah itu untuk memastikan seluruh korban tertangani secara cepat dan tepat.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga sudah turun langsung ke lokasi kecelakaan dengan memonitor kondisi. Dia bilang upaya evakuasi telah dilakukan secara maksimal dengan prioritas keselamatan korban.
Dudy mendukung Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi pemicu kecelakaan. “Untuk penyebab kejadian, kami menyerahkannya kepada KNKT agar dapat ditelusuri secara lebih mendalam,” ujar Dudy.
KAI juga menyerahkan proses investigasi kepada KNKT untuk memastikan pemicu kecelakaan bisa diungkap secara menyeluruh.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan seluruh korban sudah ditangani secara optimal. Ia bilang korban meninggal dunia tercatat empat orang dan 79 orang mengalami luka-luka.
“Seluruh korban telah kami bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan terbaik. Kami terus melakukan evakuasi dan memastikan seluruh korban mendapatkan pertolongan secepat mungkin,” kata Bobby.
Dari sisi operasional, KAI mulai membuka kembali jalur hilir lintas Bekasi–Tambun sejak pukul 01.04 WIB. Namun, untuk jalur lainnya masih dalam proses penanganan.
Adapun perjalanan kereta jarak jauh dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen dihentikan sementara untuk percepat evakuasi. KAI juga melakukan rekayasa pola operasi KRL agar layanan dapat pulih secara bertahap.
Dampak kecelakaan kereta di Bekasi tak hanya berhenti pada proses evakuasi dan penanganan korban. Gangguan besar juga merambat ke operasional perjalanan kereta api jarak jauh, memaksa PT Kereta Api Indonesia melakukan pembatalan massal.
Sejumlah layanan utama terpaksa dihentikan demi mendukung proses evakuasi, perbaikan jalur, serta memastikan keselamatan perjalanan berikutnya. Kondisi ini memicu efek domino pada mobilitas penumpang di berbagai rute strategis.
Pada hari pertama pascakejadian, sejumlah kereta unggulan perjalanan jarak jauh tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dibatalkan. Pembatalan KA jarak jauh itu antara lain Gunungjati, Parahyangan, Argo Muria, Mataram, Gumarang, Singasari, Jayabaya, Manahan, Progo, Argo Anjasmoro, hingga Tawang Jaya Premium.
Gangguan belum sepenuhnya pulih pada hari berikutnya. KAI masih membatalkan sejumlah perjalanan jarak jauh tambahan seperti Gunungjati, Purwojaya, Madiun Jaya, Argo Sindoro, Mataram, Gumarang, Singasari, Jayabaya, Manahan, Progo, Argo Anjasmoro, serta Menoreh.

