HOLOPIS.COM, JAKARTA – Performa Manchester United dalam beberapa pekan terakhir terus memesona. Dalam enam laga, Manchester United tak pernah kalah dengan lima kemenangan dan sekali seri.
Sukses tersebut membuat posisi Setan Merah di klasemen sementara Premier League 2024/2025 semakin membaik.
Memasuki pekan ke-27, pasukan Michael Carrick menduduki posisi keempat dengan torehan 48 poin atawa hanya terpaut tiga angka dari Aston Villa di posisi ketiga yang bermodalkan 51 poin.
Jika bisa tampil konsisten, besar kemungkinan Bruno Fernandes dkk. akan mengamankan satu tiket ke Liga Champions musim depan.
Apa yang dituai Manchester United tentunya tak lepas dari sentuhan magis Michael Carrick selaku juru taktik sementara menggantikan Ruben Amorim.
Tak sedikit yang beranggapan, Michael Carrick berpeluang menjadi pelatih tetap untuk musim yang akan datang.
Di balik torehan gemilang, Red Devils ternyata menyimpan fakta yang tak mengenakkan. Ini terkait utang yang harus mereka lunasi.
Dilansir BBC, CEO Manchester United, Omar Berrada, menyatakan bahwa pihaknya memiliki utang yang mencapai 1,3 miliar paun atau sekitar Rp29,5 triliun.
Meski keuntungan operasional terus menanjak, akan tetapi tim yang bermarkas di Old Trafford memikul utang yang tak sedikit.
Dalam enam bulan terakhir, manajemen berhasil mengeruk untung 32,6 juta paun. Bandingkan dengan tahun lalu dalam periode yang sama, dimana manajemen justru tekor sebesar 3,9 juta paun.
Besarnya utang lantaran menarik tambahan 25 juta paun dari fasilitas kredit bergulir. Kalau ditotal sudah menyentuh angka 295,7 juta euro.
Saat pengambilan klub dari keluarga Glazer, utang legacy mencapai 500 juta paun. Ini sebagian besar dialokasikan untuk membayar transfer sejumlah pemain yang belum rampung yang ditaksir sebesar 1,29 miliar paun.
Seperti diketahui, saham MU sebesar 29 persen saat ini dikuasai Sir Jim Ratcliffe. Ia lalu mengambil langkah pemangkasan besar-besaran internal, termasuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah staf. Termasuk pemecatan Ruben Amorim pada awal tahun 2026.
“Kini kami mulai melihat dampak positif dari transformasi di luar lapangan, baik dari sisi biaya maupun profitabilitas,” kata Omar Berrada.
“Kami tetap mengambil pendekatan football-first, dan hasil hari ini menunjukkan kekuatan mendasar bisnis kami, sambil terus mendorong hasil terbaik bagi tim pria dan wanita,” ujar Omar Berrada.

