HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sedikitnya 7.667 orang dilaporkan meninggal dunia atau hilang saat menempuh perjalanan migrasi di berbagai rute di seluruh dunia sepanjang 2025. Data tersebut disampaikan juru bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Stephane Dujarric, pada Kamis (26/2), mengutip laporan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).
Dalam keterangannya, dikutip Holopis.com, Dujarric menyebut jalur penyeberangan laut masih menjadi salah satu rute paling berbahaya bagi para migran. Banyak korban tercatat saat mencoba mencapai tujuan dengan menggunakan kapal atau perahu kecil.
Setidaknya 2.185 orang dilaporkan meninggal atau hilang di Laut Mediterania. Sementara itu, sebanyak 1.214 orang mengalami nasib serupa di rute penyeberangan dari Afrika Barat melalui Samudra Atlantik menuju Kepulauan Canary.
PBB menilai angka sebenarnya kemungkinan lebih tinggi dari data yang tercatat. Hal ini karena tidak semua insiden dapat terlaporkan, terutama di wilayah terpencil atau perjalanan yang tidak terdeteksi.
Meski demikian, jumlah korban pada 2025 disebut mengalami penurunan dibandingkan 2024 yang mencatat hampir 9.200 kematian atau orang hilang di jalur migrasi global.

