HOLOPIS.COM, JAKARTA – Siswa Sekolah Kejuruan Bintara (Sejurba) Polisi Militer Angkatan Udara (Pomau) Angkatan ke-43 Tahun Anggaran 2026 resmi menyandang baret biru. Momen itu diresmikan dalam upacara pembaretan di kawasan Waduk Cengklik, Kabupaten Boyolali, Kamis (26/2/2026).
Upacara ini jadi fase penting dalam proses pembentukan jati diri para calon prajurit Polisi Militer TNI AU. Komandan Lanud Adi Soemarmo, Marsma TNI Henri Ahmad Badawi, turut hadir dalam prosesi yang menandai berakhirnya tahapan pendidikan dasar kepolisian militer tersebut.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Wakil Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Udara (Puspomau) Marsma Seprianus Hanok Sarante menyampaikan amanat Komandan Puspomau Marsda Daan Sulfi. Dalam pesannya ditegaskan bahwa pembaretan bukan sekadar tradisi seremonial di lingkungan militer.
“Pembaretan bukan sekadar seremoni tradisi militer, melainkan simbol pengukuhan jati diri dan komitmen moral sebagai prajurit Polisi Militer TNI Angkatan Udara,” demikian amanat Komandan Puspomau yang dibacakan Marsma Seprianus dalam keterangan resmi TNI AU, Jumat, (27/2/2026).

Dijelaskan, pendidikan Sejurba Pomau dirancang untuk mencetak personel yang memiliki kompetensi kepolisian militer yang professional. Selain itu, menjadikan prajurit TNI AU yang mampu menjalankan fungsi penegakan hukum secara tegas dan terukur di lingkungan TNI AU.
Selain kemampuan teknis, para siswa dituntut memiliki ketangguhan mental dan karakter kuat yang berlandaskan nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta Delapan Wajib TNI. Nilai-nilai itu jadi fondasi dalam menjalankan tugas, baik di satuan maupun saat berinteraksi di tengah masyarakat.
Penyematan baret biru juga dimaknai sebagai simbol kehormatan sekaligus tanggung jawab besar dalam menjaga disiplin, tata tertib, serta wibawa institusi TNI AU di setiap penugasan.
Sebagai bagian dari fungsi kepolisian militer, Pomau punya peran strategis dalam membantu komandan satuan. Hal itu mulai dari pelaksanaan penyelidikan kriminal, pengamanan fisik, penegakan hukum, hingga penyidikan terhadap anggota TNI AU. Peran itu menuntut integritas tinggi dan profesionalisme dalam setiap tindakan.
Menutup amanatnya, Komandan Puspomau menekankan sejumlah pedoman bagi para siswa, di antaranya pentingnya bertindak profesional sesuai prosedur, responsif terhadap ancaman siber dan disinformasi. Selain itu, menjaga netralitas demi stabilitas nasional. Kemudian, menjunjung tinggi integritas di tengah sorotan publik.
Pun, upacara pembaretan ini juga jadi tonggak awal lahirnya prajurit Polisi Militer TNI AU yang diproyeksikan jadi garda terdepan dalam menjaga disiplin dan kehormatan institusi di masa mendatang.

