HOLOPIS.COM, JAKARTA – Keluarga di Jalur Gaza rata-rata menerima dua kali makan per hari pada Februari, meningkat dibandingkan Juli 2025 yang hanya satu kali makan per hari. Informasi tersebut disampaikan pekerja kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (26/2).
Meski demikian, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyebut kondisi pangan belum sepenuhnya membaik. Saat ini, satu dari lima rumah tangga di Gaza masih hanya memperoleh satu kali makan setiap hari.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan, bantuan tunai telah disalurkan kepada sekitar 750.000 orang pada bulan lalu.
“Para pekerja kemanusiaan yang menangani layanan air, sanitasi, dan kebersihan mengatakan kepada kami bahwa dalam beberapa bulan terakhir, mereka telah mendistribusikan 17.000 paket perlengkapan kebersihan, termasuk pasta gigi, sabun, dan sikat gigi, kepada anak-anak serta keluarga mereka,” dikutip Holopis.com (26/2).
Selain itu, OCHA juga melaporkan pemasangan ratusan tangki air di dekat tenda-tenda pengungsian sejak gencatan senjata diberlakukan.
“Ratusan tangki air telah dipasang di dekat tenda-tenda sejak gencatan senjata, sehingga memudahkan orang-orang, terutama anak-anak, untuk mendapatkan air bersih,” lanjut pernyataan tersebut.
Sementara itu, krisis pasokan medis di Gaza juga semakin parah. Otoritas kesehatan memperingatkan bahwa obat penghilang rasa sakit dasar kini menjadi barang langka. Sebanyak 46 persen obat-obatan esensial, 66 persen perlengkapan medis, serta 84 persen bahan laboratorium dan bank darah dilaporkan telah habis sepenuhnya.
Sektor layanan yang paling terdampak meliputi pengobatan kanker, hematologi, bedah, perawatan intensif, dan layanan kesehatan primer. Persediaan yang masih tersedia dinilai sangat terbatas dan jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan medis warga Gaza.

