MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

BEM UI Bakal Demo di Mabes Polri, Desak Reformasi Buntut Kasus Brimob Aniaya Pelajar di Tual

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI akan melakukan aksi unjuk rasa di Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) pada Jumat (27/2/2026).

Aksi unjuk rasa ini dilakukan buntut kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Bripda Masias Siahaya terhadap AT (14) seorang pelajar di Tual, Maluku hingga tewas.

- Advertisement -

Adapun dalam aksi unjuk rasa ini, terdapat lima poin penting yang menjadi tuntutan utama BEM UI diantaranya, yang pertama mendesak penjatuhan hukum pidana seberat-beratnya terhadap Bripda Masias Siahaya selaku pelaku penganiayaan terhadap AT.

Kedua, mendesak pencopotan Listyo Sigit Prabowo dari jabatan sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) serta Dadang Hartanto dari jabatan Kepala Kepolisian Daerah Maluku.

- Advertisement -

Ketiga, menuntut pembebasan seluruh tahanan politik yang dinilai dikriminalisasi. Keempat, menuntut penegakan batas kewenangan dan penarikan anggota Polri dari jabatan sipil.

Serta yang kelima, massa aksi menuntut hasil konkret reformasi Polri secara struktural, kultural, dan instrumental melalui komisi percepatan Reformasi Polri.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri dalam apel persiapan pengamanan dan penertiban aksi unjuk rasa meminta agar jajarannya dapat menjalankan tugas pengamanan dengan tertib sehingga aspirasi yang disampaikan dapat tersalurkan dengan baik.

“Tentunya kita berharap, ya, apa yang menjadi aspirasi dari adik-adik kita, saudara kita, dapat disalurkan, disampaikan dengan tertib, lancar, dan juga disampaikan dengan baik. Dan kita berharap, ya mengimbau juga, pada saat pelaksanaan semuanya berjalan dengan baik dan lancar,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, Jumat (27/2/202).

Dia juga mengimbau agar pengamanan terhadap massa aksi unjuk rasa dilakukan secara bijak tanpa melibatkan kekerasan.

“Tidak ada saling provokasi, tidak ada kekerasan, tidak ada hal-hal yang mencederai atau hal yang merusak suasana Ramadan menjadi tidak hikmat,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, siswa MTsN Maluku Tenggara hingga tewas, Arianto Tawakal (14) tewas setelah jatuh dari motornya usai dipukul menggunakan helm oleh Bripda Masias di jalan Marren Kota Tual pada Kamis, 19 Februari 2026 lalu.

Saat itu, Bripda Masias sedang menjaga area sekitar yang sering dijadikan tempat balap liar. Arianto yang saat itu dibonceng kakaknya, Nasri Karim (15) tiba-tiba dipukul oleh Masias yang mengira mereka merupakan pelaku balap liar. Tragedi tersebut akhirnya merenggut nyawa Arianto, sementara sang kakak mengalami luka yang cukup parah akibat penganiayaan dari Masias.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru