HOLOPIS.COM, JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca nasional periode 27 Februari hingga 5 Maret 2026. Dalam laporan terbarunya, BMKG menegaskan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Kondisi ini terjadi karena dinamika atmosfer yang masih aktif di fase akhir musim hujan. BMKG menjelaskan, Monsun Asia masih membawa massa udara lembap dari Asia menuju Indonesia, sehingga memperkuat pembentukan awan hujan, terutama di wilayah barat dan tengah.
Tak hanya itu, aktivitas gelombang ekuator seperti Gelombang Kelvin juga terpantau aktif melintasi Indonesia. Fenomena ini dikenal mampu meningkatkan pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan lebat, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa.
Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
BMKG memetakan sejumlah daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan:
- Sumatra: Hujan sedang hingga lebat di bagian tengah dan selatan
- Jawa: Hujan bervariasi, berpotensi disertai petir dan angin kencang
- Kalimantan: Hujan lebat di wilayah tengah dan selatan
- Sulawesi: Potensi hujan signifikan di bagian selatan dan tengah
- Bali & Nusa Tenggara: Hujan masih terjadi meski mulai transisi musim
- Maluku & Papua: Hujan lebat lokal, terutama di wilayah pegunungan
Selain hujan, BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang dan peningkatan tinggi gelombang laut, terutama di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.
Waspada Risiko Bencana
Cuaca ekstrem ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Gangguan transportasi darat, laut, dan udara juga berpotensi terjadi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari wilayah rawan longsor saat hujan deras, waspada genangan di perkotaan, serta rutin memantau peringatan dini melalui kanal resmi BMKG.
Prakiraan mingguan bersifat dinamis. Karena itu, masyarakat diminta terus memperbarui informasi cuaca melalui situs dan aplikasi resmi BMKG agar dapat menyesuaikan aktivitas harian serta meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem.

