HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ganda putri badminton Indonesia Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu angkat koper lebih dulu dari German Open 2026. Usai laga, mereka mengaku kecewa dan siap membenahi kekurangan dalam penampilannya.
Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu tampil di babak 16 besar German Open 2026 Super 300 menghadapi unggulan kelima turnamen asal Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe.
Dalam pertandingannya di Westenergie Sporthalle, An den Sportstätten 6, Jerman, Kamis (26/2/2026) malam WIB, Lanny/Apri kandas dengan dua set langsung dari pasangan Jepang tersebut, yakni 13-21 dan 17-21.
Hasil tersebut membuat Lanny/Apri tersingkir lebih awal dari German Open 2026. Sedangkan Kaho Osawa/Mai Tanabe berhak meraih tiket perempat final.

Usai laga, Apriyani Rahayu mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Ia menilai banyak yang perlu dibenahi dari penampilannya bersama Lanny sebagai pasangan ganda putri yang baru.
“Pasti ada rasa penyesalan, ada rasa marah, dan tentu ada rasa kesal dengan hasil hari ini. Tapi kami harus kembali melihat ini sebagai bagian dari proses kami berdua. Saya dan Lanny memang baru menjalani beberapa pertandingan bersama, sejauh ini baru tiga turnamen. Jadi masih banyak hal yang harus kami benahi,” ucap Apri, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com.
“Ke depan, ketika kami sedang berada di momentum yang baik, kami harus bisa lebih konsisten. Tadi di gim kedua sebenarnya kami sudah unggul, tapi justru bisa dikejar hingga 15-15 dan setelah itu kembali tertinggal 15-17. Di momen itu kami kurang konsisten satu sama lain dan kurang tenang dalam mengambil keputusan. Jadi memang masih banyak proses yang harus kami jalani bersama sebagai pasangan,” tambahnya.
Di sisi lain, Lanny menyampaikan bahwa beberapa aspek perlu juga dievaluasi, seperti hal nya fokus dan ketenangan saat bertanding.
“Di gim kedua sebenarnya dari awal kami sudah mendapatkan pola permainan dan sempat memimpin sampai 15-10. Tapi setelah itu kami terlalu lengah. Saat lawan mulai mengejar hingga menyamakan kedudukan, kami justru jadi bingung sendiri dan tidak bisa menjaga ritme permainan,” kata Lanny.
“Itu yang harus menjadi evaluasi kami, terutama dalam menjaga fokus dan ketenangan saat sudah unggul supaya ke depan tidak terulang lagi,” imbuhnya.
Sebagai informasi tambahan, badminton Indonesia hanya meloloskan dua wakil ke babak perempat final German Open 2026 Super 300, mereka adalah pasangan gado-gado Indonesia-Singapura dari sektor ganda campuran yakni Hee Yong Kai Terry/Gloria Emanuelle Widjaja dan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti dari ganda putri.

