MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Serap Hasil Panen, Program MBG Dongkrak Pendapatan Petani

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi petani dalam negeri. Program ini disebut membuka pasar yang lebih pasti bagi hasil pertanian sekaligus menggerakkan ekonomi desa.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir menilai program MBG sebagai langkah strategis karena mampu menghubungkan sektor pertanian dengan kebutuhan gizi peserta didik.

- Advertisement -

Menurutnya, selama ini petani kerap menghadapi ketidakpastian pasar akibat fluktuasi harga dan permintaan. Melalui MBG, hasil panen memiliki pembeli tetap sehingga memberikan kepastian serapan.

“Program MBG sangat baik karena mampu menyerap banyak hasil panen petani. Petani tidak lagi bingung mencari pasar. Hasil tanam mereka jelas dibutuhkan dan terserap,” ujar Don Muzakir, dikutip Holopis.com, Kamis (26/2/2026).

- Advertisement -

Ia menambahkan, dampak ekonomi turut dirasakan di tingkat desa. Stabilitas serapan hasil panen membuat pendapatan petani meningkat dan mendorong aktivitas ekonomi dari hulu ke hilir.

“Ketika hasil panen terserap dengan baik, pendapatan petani meningkat. Roda ekonomi desa ikut bergerak. Produksi, distribusi, sampai konsumsi menjadi lebih hidup,” kata Don Muzakir.

Don berharap program MBG dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. Ia menilai keberlanjutan menjadi kunci agar petani tetap berproduksi dan kebutuhan gizi anak-anak tetap terpenuhi secara berkesinambungan.

“Program ini harus terus diperkuat. Keberlanjutan sangat penting agar petani tetap semangat menanam dan anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi,” ucap Don Muzakir.

DPN Tani Merdeka Indonesia juga menyatakan dukungan terhadap langkah Kementerian Pertanian dalam mendorong peningkatan produksi.

Ketersediaan hasil pertanian yang berkualitas dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pasokan bahan pangan untuk program MBG.

“Sinergi antar kementerian harus dijaga. Kementerian Pertanian sudah mendorong produksi. Kementerian lain juga harus memastikan distribusi dan pelaksanaan berjalan baik,” ujar Don Muzakir.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program. Pendataan, pengawasan, serta distribusi harus diperbaiki jika ditemukan kendala di lapangan.

“Jika masih ada kekurangan, segera diperbaiki. Pengawasan dan distribusi harus tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” kata Don Muzakir.

Program MBG diharapkan tidak hanya menjadi instrumen pemenuhan gizi nasional, tetapi juga pengungkit kesejahteraan petani dan penguatan ekonomi desa secara berkelanjutan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru