MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Ramadan 2026 Dihiasi Fenomena Langit Langka, Salah Satunya Gerhana Bulan Total 3 Maret

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bulan suci Ramadan tahun ini bakal bertepatan dengan sejumlah fenomena astronomi. Fenomena itu yang diprediksi menghadirkan pemandangan langit menarik bagi para pengamat, khususnya di Kawasan Teluk.

Direktur Masyarakat Astronomi Jeddah, Majed Abu Zahra, menjelaskan rangkaian peristiwa langit tersebut bakal dimulai sejak awal Ramadan dengan kemunculan bulan sabit yang tampak berdekatan. Fenomena itu dengan sejumlah planet seperti Saturnus, Merkurius, dan Venus di cakrawala barat setelah matahari terbenam.

- Advertisement -

Fenomena ini dikenal sebagai konjungsi, yakni kondisi visual ketika beberapa planet terlihat berada pada posisi yang berdekatan dari perspektif Bumi.

“Mengamati fase bulan sepanjang Ramadan memberikan kesempatan ideal untuk memantau bayangan bulan dan fitur permukaannya, selain melihat objek langit lainnya melalui teleskop,” kata Majed dinukil dari Arab News, Kamis, (26/2/2026).

- Advertisement -

Selain konjungsi planet, Ramadan tahun ini juga akan diwarnai dengan fenomena gerhana bulan total pada 3 Maret. Namun, fenomena itu tak dapat diamati dari wilayah Arab Saudi.

Profesor madya di Departemen Fisika dan Astronomi Fakultas Sains Universitas King Saud, Abouazza El-Mhamdi, menjelaskan masyarakat di beberapa wilayah Oman dan Uni Emirat Arab berpotensi menyaksikan gerhana penumbra, di mana bulan hanya mengalami redup cahaya secara halus.

“Suasana spiritual Ramadan tahun ini diperindah oleh beberapa fenomena astronomi yang memikat imajinasi para pengamat langit dan masyarakat umum,” katanya.

Dia menambahkan bahwa pertengahan Ramadan akan ditandai dengan kemunculan bulan purnama yang dalam beberapa tradisi dikenal sebagai Bulan Lavender, yang identik dengan awal musim semi.

Menjelang Idulfitri, fenomena ekuinoks musim semi juga bakal terjadi, yakni saat Matahari melintasi garis khatulistiwa sehingga durasi siang dan malam hampir sama di seluruh dunia.

“Titik balik astronomi ini secara resmi menandai kedatangan musim semi di berbagai wilayah,” jelas El-Mhamdi.

Tak hanya itu, para pengamat langit juga berpeluang menyaksikan lintasan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang dapat terlihat dengan mata telanjang pada waktu tertentu selama Ramadan.

Fenomena lain yang tak kalah menarik adalah kesejajaran enam planet yang akan terjadi pada 28 Februari sesaat setelah matahari terbenam. Empat planet — Venus, Jupiter, Saturnus, dan Merkurius — diperkirakan dapat diamati tanpa alat bantu, sementara Uranus dan Neptunus memerlukan teleskop.

Anggota tim Misbar, Tala Al-Hajouri, menilai momen tersebut memiliki nilai observasi penting, khususnya konjungsi antara bulan sabit dengan Saturnus, Merkurius, dan Venus yang akan membentuk lengkungan rendah di langit malam. “Fenomena ini menyoroti nilai ilmiah dari konjungsi planet yang akan datang,” ujarnya.

Rangkaian fenomena ini dinilai tidak hanya memberikan nilai ilmiah, tetapi juga menghadirkan pengalaman visual yang unik selama Ramadan bagi masyarakat dan penggemar astronomi.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru