HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyambut baik langkah Otoritas Palestina yang membentuk kantor penghubung (liaison office) guna memperlancar komunikasi dengan Board of Peace. Menurutnya, langkah ini penting untuk memperkuat koordinasi dalam mendorong perdamaian berkelanjutan di Gaza.
Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono saat bertemu Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina, Varsen Aghabekian Shahin, di sela-sela Sidang ke-61 Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, Swiss, Senin (23/2/2026).
Sebelumnya, Wakil Presiden Palestina, Hussein Al-Sheikh, melalui surat kepada Perwakilan Tinggi Board of Peace untuk Gaza, Nickolay Mladenov, menyampaikan bahwa liaison office telah dibentuk untuk memperlancar koordinasi dan komunikasi.
Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa komunikasi dengan Board of Peace dilakukan untuk mendukung 20 Poin Rencana Perdamaian yang diusulkan Presiden AS, Donald Trump, serta implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025). Tujuannya adalah memastikan stabilitas dan perdamaian di Palestina.
Selain menyambut pembentukan kantor penghubung, Sugiono juga menegaskan keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace serta pasukan perdamaian Gaza atau International Stabilization Force (ISF). Ia menekankan bahwa partisipasi Indonesia murni untuk tujuan kemanusiaan.
“Fokus utama kontingen Indonesia (dalam ISF) adalah perlindungan warga sipil dan dukungan kemanusiaan,” kata Sugiono, seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri, Kamis (26/2).
Sugiono juga memastikan Indonesia akan terus mengawal proses transisi di Palestina agar tetap sejalan dengan hukum internasional. Indonesia berkomitmen menjaga keberlanjutan gencatan senjata dan mendorong proses politik yang kredibel menuju Solusi Dua Negara (two-state solution).
Langkah diplomasi ini menegaskan konsistensi Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina sekaligus memperkuat peran aktifnya dalam upaya perdamaian global.

