HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gunung Pegat yang berada di Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dikenal luas karena berbagai mitos yang berkembang di tengah masyarakat.
Salah satu mitos yang paling populer adalah larangan bagi pasangan pengantin baru untuk melewati kawasan tersebut. Konon, jika larangan itu dilanggar, rumah tangga pasangan tersebut akan berakhir dengan perpisahan atau perceraian.
Meski tidak semua orang mempercayainya, banyak pasangan yang tetap memilih menghindari jalur ini setelah menikah guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain mitos tentang pengantin, Gunung Pegat juga dianggap sebagai tempat yang angker. Warga sekitar kerap membagikan kisah pengalaman mistis, seperti melihat penampakan, mendengar suara-suara ganjil, atau merasakan suasana mencekam, terutama saat melintas pada malam hari.
Cerita-cerita tersebut semakin menguatkan anggapan bahwa lokasi ini pernah menjadi tempat pembantaian pada tahun 1965, dengan dugaan adanya penguburan massal di area gunung.
Dugaan ini semakin diperbincangkan ketika pada tahun 1992, saat dilakukan perbaikan jalan penghubung antara Kecamatan Bungkal dan Kecamatan Slahung, ditemukan sejumlah jam tangan ketika proses pembongkaran jalan berlangsung.
Masyarakat setempat meyakini bahwa sepanjang jalan di kawasan Gunung Pegat, yang dikenal dengan sebutan “Nggali”, merupakan area kuburan massal.
Di sekitar Gunung Pegat juga terdapat makam Mbah Warok Singopotrom, yang dipercaya sebagai salah satu murid Sunan Geseng pada sekitar abad ke-17 Masehi.
Hingga kini, berbagai kisah misteri dan mitos yang menyelimuti Gunung Pegat tetap hidup dan menjadi bagian dari kepercayaan masyarakat setempat.

