HOLOPIS.COM, JAKARTA – Taman Hutan Raya (Tahura) Pancoran Mas adalah sebuah ruang terbuka hijau yang terletak di Depok, Jawa Barat. Hutan ini tergolong sebagai cagar alam tertua di Indonesia yang masih ada di tengah padatnya permukiman.
Sebelum menjadi hutan kota yang dikelola pemerintah, lahan seluas sekitar 7,1–7,2 hektare tersebut mulanya merupakan tanah milik tuan tanah Belanda, Cornelis Chastelein. Pada tahun 1999, area ini kemudian resmi ditetapkan sebagai bagian dari ruang terbuka hijau sekaligus cagar alam untuk menjaga keberlangsungan vegetasi dan ekosistem lokal.
Tahura Pancoran Mas juga diposisikan sebagai salah satu paru-paru kota Depok. Keberadaannya penting secara ekologis karena membantu penyerapan karbon dan mengurangi dampak pemanasan lokal. Pemerintah kota Depok bahkan mengupayakan revitalisasi agar tempat ini tetap terjaga dan bisa dinikmati masyarakat, termasuk rencana membuka area untuk umum sekitar tahun 2027 dengan fasilitas seperti jogging track dan taman ekologis.
Cerita Mistis yang Beredar di Masyarakat
Terlepas dari fungsinya sebagai cagar alam, masyarakat sekitar Tahura Pancoran Mas mempercayai banyaknya kisah mistis dari cerita-ceirta misteri yang berkembang secara turun-temurun. Berikut ini daftar kisah mistis yang berkembang di Taman Hutan Raya Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat yang kisahnya masih terus diwariskan masyarakat lokal hingga saat ini.
1. Sumur yang Tidak Pernah Kering
Terdapat tujuh sumur di dalam kawasan Tahura yang konon tidak pernah kekurangan air meskipun kondisi cuaca kering sekalipun. Sumur-sumur ini menurut cerita dibuat oleh warga yang pernah tinggal di area hutan tersebut.
2. Pengunjung yang Hilang Secara Misterius
Salah satu kisah paling dikenal adalah soal pengunjung yang tiba-tiba hilang setelah masuk lebih jauh ke dalam hutan. Detail kejadian ini sering dibicarakan di kalangan warga, meskipun tidak ada laporan resmi yang mengonfirmasi keberadaan kasus serupa.
3. Kemunculan Hewan Secara Tiba-Tiba
Beberapa orang juga menyebut munculnya kawanan kera yang tiba-tiba dan kemudian hilang tanpa jejak, serta kelinci yang muncul entah dari mana. Cerita ini biasanya dikaitkan dengan suasana hutan yang lebat dan tidak banyak dilalui orang.
4. Suasana Berbeda pada Malam Hari
Menurut penuturan warga sekitar, suasana di Tahura pada malam hari kadang terasa berbeda. Beberapa orang menyebut mereka pernah mencium bau seperti gaharu yang dibakar tanpa sumber yang jelas, mendengar suara-suara seperti bunyi benda jatuh, serta ada pula laporan pengalaman mistis termasuk sensasi kesurupan yang dialami oleh sebagian orang yang berada di area tersebut.
Kondisi dan Tantangan Hutan Kota Saat Ini
Di balik sejumlah kisah mistis yang terjadi di Tahura, kondisi hutan kota ini kini menghadapi sejumlah tantangan. Dahulu hutan ini berperan sebagai penyangga banjir untuk wilayah Depok dan bahkan Batavia pada masa kolonial. Namun, pertumbuhan pemukiman dan pembangunan beton di sekitarnya kini membuat fungsi resapan airnya berkurang. Hal ini berkontribusi pada meningkatnya banjir di sekitar area ketika musim hujan tiba.
Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kota Depok untuk mempertahankan kelestarian Tahura, termasuk perbaikan pagar yang rusak dan pengembangan fasilitas yang ramah lingkungan agar area ini bisa tetap dilestarikan sekaligus dimanfaatkan oleh warga tanpa merusak ekosistemnya.

