HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pihak kepolisian hingga saat ini masih memburu sejumlah pemotor yang nekat merusak tali portal pembatas dan menerobos masuk Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Casablanca demi membuat konten, meski sudah dihalangi pembatas jalan.
Sebelumnya polisi telah berhasil mengamankan sebanyak 11 sepeda motor. Namun, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih memburu pemotor lain yang terlibat.
“Masih dalam lidik, masih kita kumpulkan beberapa kendaraan yang belum dihadirkan,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani saat dihubungi, Selasa (24/2/2026) sebagaimana informasi diterima Holopis.com.
Ojo menjelaskan, saat ini 11 pemotor lainnya sudah diamankan dan diperiksa. Namun, mereka tidak membuka suara terkait rekan lain yang terlibat dalam aksi tersebut.
“Dari keterangannya gak bakal ngaku, kita melakukan pengecekan terhadap video yang beredar. Dari video itu kan kita akan tahu berapa puluh motor. Antara 20 motor lah,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemotor yang menerobos masuk JLNT Casablanca dengan membakar tali pengikat portal besi penghalang itu bukanlah geng motor melainkan sebuah komunitas pemodif motor.
“Komunitas. Komunitas yang suka konten, hobi nongkrong-nongkrong. Bukan geng, tapi komunitas. Young Night Style namanya,” tutur Ojo.
Ojo mengatakan motif aksi nekat para pemotor tersebut adalah untuk memamerkan hasil modif yang dilakukan untuk kemudian diposting ke media sosial.
“Bikin motor, terus motor-motornya dirubah-rubah. Itu motornya kenceng-kenceng, motor mio bisa kecepatan 100 kilometer itu. Kemudian aerox juga,” pungkasnya.
Sekedar informasi, sebelumnya viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan tindakan tidak terpuji oleh segerombolan pemotor. Mereka nekat merusak tali pengikat portal besi penghalang dengan cara dibakar, kemudian menerobos masuk JLNT Casablanca demi membuat konten.
Tak hanya merusak tali pengikat, mereka bahkan terlihat mengendarai motor yang tidak sesuai standar berkendara. Sebagian besar motor tampak tidak menggunakan plat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).
Hingga saat ini pihak kepolisian masih terus menyelidiki kasus tersebut, termasuk memburu pelaku lainnya yang belum berhasil diamankan.

