HOLOPIS.COM, JAKARTA – Memiliki akuarium dengan air yang jernih tentu menjadi pemandangan yang menyenangkan kepuasan batin bagi para penghobi ikan hias. Dengan air yang jernih dan bersih bukan hanya membuat tampilan akuarium lebih indah, tapi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan ikan.
Air yang bersih juga bagus untuk tanaman air, hingga karang di dalamnya. Namun, menjaga kejernihan air akuarium bukanlah hal yang mudah jika tak dilakukan dengan perawatan yang tepat dan apik.
Mengutip dari Fish Tanks Direct, Minggu, (22/2/2026), dengan menerapkan perawatan yang tepat serta sistem filtrasi yang sesuai, kejernihan air akuarium bisa terjaga dalam jangka panjang. Air yang bersih menciptakan pemandangan yang menarik dan segar secara visual.
Selain itu, yang terpenting juga memastikan lingkungan hidup yang sehat bagi seluruh penghuni akuarium. Perawatan rutin jadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem akuatik yang stabil dan nyaman bagi ikan hias kesayangan Anda.

Nah, agar ekosistem di dalam akuarium tetap stabil dan sehat, berikut sejumlah tips yang bisa diterapkan untuk bantu jaga kualitas air tetap optimal:
1. Gunakan Sistem Filtrasi yang Lengkap
Sistem filtrasi jadi komponen utama dalam menjaga kejernihan air akuarium. Idealnya, akuarium dilengkapi dengan tiga jenis filtrasi utama, yaitu mekanis, biologis, dan kimia.
Ketiga sistem itu bekerja secara bersamaan untuk menyaring kotoran, mengurai limbah organik, serta menghilangkan zat berbahaya dari dalam air.
2. Maksimalkan Filtrasi Mekanis
Filtrasi mekanis berfungsi untuk menyaring partikel kotoran seperti sisa pakan, debu, dan kotoran ikan. Penggunaan media seperti spons filter atau bantalan filter bisa membantu mengurangi tingkat kekeruhan air.
Nah, sebaiknya pastikan media ini dibersihkan atau diganti secara rutin agar tidak menjadi sumber penumpukan kotoran.
3. Optimalkan Filtrasi Biologis
Filtrasi biologis juga memanfaatkan bakteri baik untuk menguraikan zat beracun seperti amonia dan nitrit yang berasal dari sisa makanan maupun limbah ikan. Bakteri ini biasanya hidup di media seperti cincin keramik atau bio-ball.
Proses itu dikenal sebagai siklus nitrogen. Fase itu penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dalam akuarium.
4. Tambahkan Filtrasi Kimia
Untuk filtrasi kimia membantu menyerap zat berbahaya, bau tidak sedap, hingga perubahan warna air. Media seperti karbon aktif atau zeolit efektif digunakan untuk menjaga kualitas air tetap stabil.
Tapi, media ini perlu diganti secara berkala agar tetap bekerja secara maksimal.
5. Pilih Jenis Filter Sesuai Ukuran Akuarium
Setiap akuarium memiliki kebutuhan filtrasi yang berbeda. Untuk akuarium kecil hingga sedang, filter model gantung belakang (HOB) bisa menjadi pilihan praktis.
Lalu, untuk akuarium berukuran besar atau dengan populasi ikan yang banyak, filter tabung (canister filter) bisa jadi opsi menarik. Sebab, filter tabung memiliki kapasitas media filtrasi yang lebih besar.
6. Lakukan Pergantian Air Secara Rutin
Mengganti air secara rutin di waktu tertentu juga langkah penting dalam menjaga kualitas air akuarium. Untuk akuarium air tawar, lakukan pergantian air sekitar 10–20 persen setiap pekan.
Sedangkan untuk akuarium air asin, pergantian air dapat dilakukan setiap dua pekan sekali dengan jumlah yang sama. Cara ini efektif untuk mengurangi limbah dan menjaga keseimbangan mineral dalam air.
7. Hindari Penumpukan Limbah Organik
Sisa makanan ikan dan tanaman yang membusuk bisa meningkatkan kadar zat beracun dalam air. Maka itu, penting memberi pakan secukupnya.
Kemudian, bersihkan bagian dasar akuarium secara berkala untuk mencegah penumpukan limbah.

