HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyetujui deklarasi keadaan darurat untuk Washington DC pada Sabtu (21/2), setelah jebolnya saluran pembuangan limbah yang mencemari Sungai Potomac.
Melalui pernyataan resminya, Federal Emergency Management Agency (FEMA) mengumumkan bahwa bantuan bencana federal telah disediakan bagi Distrik Columbia guna mendukung upaya tanggap darurat sejak insiden terjadi pada 19 Januari.
“Tindakan Presiden memberikan wewenang kepada FEMA untuk mengoordinasikan seluruh upaya bantuan bencana guna meringankan kesulitan dan penderitaan yang disebabkan oleh keadaan darurat ini,” demikian pernyataan FEMA, dikutip Holopis.com, Minggu (22/2).
FEMA menambahkan, bantuan tersebut juga ditujukan untuk “menyelamatkan nyawa, melindungi properti, menjaga kesehatan dan keselamatan publik, serta mengurangi atau menghindari ancaman bencana.”
Dukungan ini mencakup Distrik Columbia beserta wilayah tanggung jawabnya di Negara Bagian Maryland dan Persemakmuran Virginia.
Sementara itu, Wali Kota Washington DC Muriel Bowser pada Jumat (20/2) kembali menegaskan bahwa pasokan air minum warga tidak terdampak oleh tumpahan limbah tersebut.
Sebagai informasi, pada 19 Januari, salah satu bagian Potomac Interceptor pipa limbah utama yang dioperasikan oleh DC Water mengalami kebocoran dan melepaskan lebih dari 200 juta galon air limbah ke Sungai Potomac. Pada 18 Februari, Bowser menetapkan insiden itu sebagai keadaan darurat publik tingkat lokal guna membuka akses dukungan dari pemerintah federal.

