Sabtu, 21 Feb 2026
BREAKING
Sabtu, 21 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

BEI Ajukan Proposal Baru ke MSCI dan FTSE Russell

5 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara terkait pertemuannya dengan dua penyedia indeks global, MSCI dan FTSE Russell. Dalam pertemuan tersebut, BEI telah mengajukan proposal baru yang mencakup sejumlah penguatan aturan pasar modal Indonesia.

Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan proposal itu memuat poin-poin strategis yang diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan kualitas pasar saham domestik.

- Advertisement -

“Proposal yang sudah kami sampaikan kepada global indeks provider antara lain MSCI dan FTSE. Pertama, terkait dengan pengungkapan atau disclosure pemegang saham 1%, dan granularisasi data itu sudah pada tahap final,” ungkap Jeffrey dalam konferensi persnya di Gedung BEI, Jakarta, dikutip Holopis.com, Jumat (20/2/2026).

Ia menjelaskan, aturan tersebut mengatur kewajiban pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan minimal 1% serta detail atau granularisasi data kepemilikan saham. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan transparansi struktur kepemilikan emiten.

- Advertisement -

Selain itu, proposal kedua yang diajukan BEI adalah penetapan batas minimum free float atau saham yang beredar di publik sebesar 15%. Ketentuan ini telah memasuki tahap penyusunan aturan sejak 19 Februari 2026.

“Per tanggal 19 kemarin itu sudah selesai proses rule making rule-nya. Saat ini sudah masuk dalam tahap selanjutnya di internal bursa yang kemudian nanti draft finalnya akan kami ajukan ke OJK sehingga seluruhnya itu masih on schedule seperti yang kami sampaikan sebelumnya,” ujar Jeffrey.

BEI memastikan proses pengungkapan shareholders concentration list akan dilakukan secara proper dan dapat dipertanggungjawabkan.

Saat ini, otoritas pasar modal juga telah memasuki tahap final penyusunan standar operasional prosedur (SOP) terkait daftar konsentrasi pemegang saham tersebut.

“Oleh karena itu saat ini kami sedang dalam tahap final untuk penyusunan metodologi dan SOP. Nantinya list ini akan disusun oleh komite yang terdiri dari lintas divisi dan lintas SRO,” tutur Jeffrey.

Langkah BEI ini dinilai sebagai upaya strategis untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia di mata investor global, sekaligus menjawab sejumlah catatan dari penyedia indeks internasional.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
5 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru