Sabtu, 21 Feb 2026
BREAKING
Sabtu, 21 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Defisit Perdagangan AS di 2025 Tembus USD1,24 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah

12 Shares

HOLOPIS.COM, WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) mencatatkan defisit perdagangan barang sebesar USD1,24 triliun atau sekitar Rp21 ribu triliun sepanjang 2025. Angka tersebut meningkat 2,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi.

Dilansir dari Xinhua pada Jumat (20/2/2026), lonjakan defisit ini terjadi di tengah tingginya aktivitas impor barang ke Negeri Paman Sam.

- Advertisement -

Berdasarkan data Biro Analisis Ekonomi AS, nilai ekspor barang pada 2025 mencapai USD2,19 triliun. Sementara itu, impor barang tercatat jauh lebih besar, yakni USD3,43 triliun pada periode yang sama. Selisih antara ekspor dan impor inilah yang mendorong defisit perdagangan barang ke level tertinggi dalam sejarah.

Di sisi lain, AS mencatatkan surplus perdagangan jasa sebesar USD339,47 miliar pada 2025. Nilai tersebut meningkat USD27,6 miliar atau 8,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya, memberikan bantalan terhadap tekanan defisit barang.

- Advertisement -

“Defisit pada 2025 menunjukkan kecilnya pengaruh tarif, untuk saat ini, terhadap tingkat defisit secara keseluruhan,” kata Kepala Ekonom Raymond James, Eugenio Aleman, dikutip Holopis.com, Jumat (20/2/2026).

Data juga menunjukkan tingkat tarif efektif di AS mencapai 7,7 persen pada 2025, level tertinggi sejak 1947. Kenaikan tarif tersebut menjadi bagian dari kebijakan perdagangan yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Pemerintahan Trump mengklaim bahwa kebijakan tarif akan membantu mengembalikan lapangan kerja manufaktur ke dalam negeri sekaligus mengurangi defisit perdagangan AS. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa dampak tarif terhadap penyempitan defisit secara keseluruhan masih terbatas.

Kondisi ini memunculkan tantangan baru bagi perekonomian AS, terutama dalam menjaga keseimbangan perdagangan global di tengah dinamika proteksionisme dan ketegangan ekonomi internasional.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
12 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru