HOLOPIS.COM, JAKARTA – Seiring warga di Jalur Gaza menjalankan ibadah puasa Ramadan, badan-badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama mitranya pada Kamis (19/2) kembali mendesak agar pembatasan penyaluran bantuan segera dicabut.
Dikutip Holopis.com, Jum’at (20/2), Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan bahwa arus bantuan dari Mesir masih sangat terbatas akibat tingginya tingkat penolakan oleh otoritas Israel. Mitra kemanusiaan juga mendorong dibukanya kembali konvoi lintas negara dari Yordania agar pengiriman bantuan, termasuk pangan, dapat dilakukan dalam jumlah lebih besar.
OCHA pada Rabu (18/2) menjelaskan bahwa distribusi makanan telah disesuaikan dengan jadwal puasa Ramadan. Para mitra menambahkan bahan pangan segar dan sumber protein dalam paket bantuan. Hingga pertengahan Februari, lebih dari 20 organisasi memproduksi serta menyalurkan lebih dari 1,7 juta porsi makanan setiap hari melalui sekitar 180 dapur umum.
Meski demikian, kebutuhan masih jauh dari tercukupi. Hingga Senin (16/2), bantuan pangan bulanan baru menjangkau sekitar 670.000 orang. Ukuran jatah terpaksa dipangkas menjadi 50 persen karena persediaan yang tersedia tidak cukup untuk mempertahankan distribusi dalam jumlah normal hingga akhir bulan.
Di sektor hunian darurat, OCHA melaporkan bahwa pada periode 11–17 Februari, mitra kemanusiaan menyalurkan tenda, terpal, perlengkapan penutup sementara, pakaian, dan kebutuhan dasar lainnya kepada lebih dari 11.500 keluarga di wilayah Gaza Utara, Deir al Balah, dan Khan Younis.
Namun, lembaga penanganan pengungsian menilai material yang tersedia hanya memberikan perlindungan terbatas dan mudah rusak. Mereka kembali menyerukan agar bahan bangunan dan solusi hunian yang lebih tahan lama diizinkan masuk ke Gaza untuk memenuhi kebutuhan warga yang masih tinggal di tengah keterbatasan.

