HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membahas persiapan 3,67 juta yang bakal bergerak meninggalkan Jakarta pada perayaan Idul Fitri 2026 mendatang.
“Dengan potensi pergerakan yang besar, diperlukan dukungan penuh dari Pemprov DKI, termasuk pembentukan posko pelayanan dan monitoring Angkutan Lebaran 2026,” ujar Dudy, sebagaimana Informasi yang diterima Holopis.com, Kamis, (19/2/20206).
Selain itu, Kemenhub juga mengungkapkan bahwa mayoritas perjalanan mudik yang berasal dari DKI akan memadati jalan dengan tujuan utama daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.
Tidak hanya itu berdasarkan laporan Survei Potensi Angkutan Lebaran 2026, proyeksi lalu lintas keluar Jakarta akan padat melalui Gerbang tol (GT) Cikampek Utama, Kalihurip Utama, dan Cikupa selama H-10 hingga H+ 11 diperkirakan mencapai 3,67 kendaraan melintas.
“Pengawasan dan rekayasa lalu lintas harus dilakukan secara kondisional, termasuk penempatan petugas di titik rawan kemacetan, pemantauan CCTV, kesiapan jalur alternatif, serta pengaturan arus saat puncak mudik dan balik,” kata Dudy.
Oleh karena itu Kemenhub menekankan pentingnya penyediaan informasi mudik yang akurat dan sosialisasi mengenai keselamatan berkendara, khususnya bagi pengguna kendaraan pribadi yang tiap tahun selalu meningkat.

