Kamis, 19 Feb 2026
BREAKING
Kamis, 19 Feb 2026

AS Kerahkan 2 Kapal Induk, Iran Gandeng Rusia: Perang Besar Segera Pecah?

14 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTAAmerika Serikat (AS)mengeluarkan ancaman baru yang ditujukan ke Iran. Ancaman itu disuarakan pasca putaran kedua perundingan nuklir antara AS dengan Iran di Jenewa.

Mengutip dari Aljazeera, Iran merespons dengan menggelar latihan militer bersama dengan Rusia. Latihan gabungan itu digelar di Laut Oman untuk mencegah ‘tindakan sepihak’ dari AS di kawasan tersebut.

- Advertisement -

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menjelaskan pada Rabu seharusnya Iran bisa bijaksana untuk membuat kesepakatan dengan AS. Leavitt menyingung demikian setelah pembicaraan tak langsung di kota Jenewa, Swiss pada Selasa, yang berakhir tanpa terobosan signifikan.

Leavitt mengakui meski beberapa kemajuan telah dicapai pada Selasa. “Kita masih sangat berbeda pendapat dalam beberapa hal,” kata Leavitt dikutip dari Aljazeera, Kamis, (19/2/2026).

- Advertisement -

Presiden AS Donald Trump yang sudah mengerahkan dua kapal induk AS dan ribuan pasukan ke wilayah Teluk terus meningkatkan retorikanya di media sosial.

Dia mengancam Iran jika tak ada kesepakatan yang signifikan dalam perundingan dengan utusan AS.

Menurut dia, AS mungkin perlu menggunakan pangkalan udara Samudra Hindia di Kepulauan Chagos.

“Untuk memberantas potensi serangan oleh rezim yang sangat tidak stabil dan berbahaya,” tulisnya Trump di platform Truth Social.

Upaya negosiasi dengan Iran gagal tahun lalu saat Israel melancarkan serangan ke Teheran selama 12 hari. Selanjutnya, AS yang membela Israel turut melakukan serangan dengan membom tiga situs nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Trump sudah mengeluarkan ancaman aksi militer ke Iran sejak Januari 2026. Ancaman itu setelah penindakan ororitas Iran terhadap para demonstran anti-pemerintah.

Teheran pun merespons ancaman AS dengan siap menutup Selat Hormuz. Jalur selat Hormuz merupakan jalur ekspor minyak vital untuk minyak Teluk. Iran juga tak ciut karena balik mengancam siap menyerang pangkalan militer AS di wilayah tersebut.

AS yang terus mengancam dan respons Iran yang tak takut memperlihatkan kekhawatiran akan potensi terjadinya perang regional. Negara Teluk pun mendorong langkah diplomatik untuk mencegah eskalasi lebih panas.

Perundingan Babak Kedua

Iran dan AS mengadakan putaran pertama pembicaraan tidak langsung di Oman pada 6 Februari. Perundingan itu dilakukan sebelum bertemu di Jenewa pada Selasa, 17 Februari 2026.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kedua pihak telah menyepakati prinsip-prinsip untuk kesepakatan potensial. Tapi, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Teheran belum mengakui semua garis merah Washington.

AS menuntut agar Iran menghentikan pengayaan uranium di wilayahnya. Selain itu, AS juga terus berupaya memperluas negosiasi untuk memasukkan isu-isu non-nuklir, seperti persediaan rudal Teheran.

Iran bersikeras bahwa program nuklirnya adalah untuk tujuan damai. Pun, Iran bersedia membahas batasan program nuklir hanya dengan imbalan pencabutan sanksi.

Meskipun diplomasi dilanjutkan, AS terus meningkatkan kehadiran militernya di dekat Iran. Trump telah memerintahkan kapal induk kedua ke wilayah tersebut, dengan kapal induk pertama, USS Abraham Lincoln. Lalu, hampir 80 pesawatnya, berada sekitar 700 kilometer (435 mil).

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
14 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru