Sabtu, 21 Feb 2026
BREAKING
Sabtu, 21 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Mandi Terlalu Lama Bisa Merusak Kulit, Benarkah?

62 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Mandi sering dianggap sebagai momen paling menenangkan setelah hari yang panjang dan melelahkan. Air hangat yang mengalir memberi rasa rileks, membuat banyak orang betah berlama-lama di kamar mandi tanpa menyadari durasinya.
Namun, di balik rasa nyaman tersebut, kebiasaan mandi terlalu lama ternyata dapat berdampak pada kesehatan kulit.

Efeknya tidak selalu langsung terlihat, tetapi perlahan muncul melalui perubahan kecil yang sering dianggap wajar.

- Advertisement -

1. Minyak Alami Kulit Perlahan Hilang

Kulit memiliki lapisan minyak alami yang berfungsi sebagai pelindung sekaligus penjaga kelembapan. Saat mandi terlalu lama, terutama menggunakan air hangat atau panas, lapisan minyak ini ikut larut bersama air dan sabun.

Jika kondisi ini terjadi berulang, kulit kehilangan pelindung alaminya. Akibatnya, kulit menjadi lebih rentan terhadap udara kering, debu, dan iritasi ringan yang sebelumnya tidak terasa.

- Advertisement -

2. Kulit Terasa Kencang Setelah Mandi

Sensasi kulit terasa tertarik atau kaku setelah mandi sering dianggap hal biasa. Padahal, kondisi ini merupakan tanda bahwa kelembapan alami kulit telah berkurang cukup signifikan.

Kulit yang sehat seharusnya terasa lembut dan nyaman setelah mandi. Jika rasa kencang terus muncul, itu menandakan kulit membutuhkan perlindungan tambahan karena lapisan alaminya terganggu.

3. Muncul Rasa Gatal Tanpa Sebab Jelas

Gatal yang muncul setelah mandi sering kali bukan disebabkan oleh alergi, melainkan akibat kulit yang terlalu kering. Lapisan pelindung yang menipis membuat saraf di permukaan kulit lebih sensitif.

Kondisi ini menyebabkan rasa gatal muncul meski tidak ada ruam atau tanda iritasi yang jelas. Jika terus digaruk, kulit justru semakin kering dan mudah iritasi.

4. Kulit Menjadi Lebih Sensitif

Kulit yang kehilangan kelembapan cenderung lebih reaktif terhadap berbagai hal, mulai dari sabun, losion, hingga gesekan pakaian. Produk yang sebelumnya terasa aman pun bisa menimbulkan rasa perih atau tidak nyaman.

Sensitivitas ini membuat kulit membutuhkan perawatan ekstra agar kondisinya kembali seimbang dan tidak mudah bereaksi berlebihan.

5. Keluhan Kulit Lama Lebih Mudah Kambuh

Bagi sebagian orang yang memiliki riwayat kulit sensitif, mandi terlalu lama dapat memicu kembalinya keluhan lama seperti eksim ringan atau dermatitis. Kondisi kulit yang kering membuat masalah tersebut lebih mudah muncul.

Tanpa disadari, kebiasaan sederhana di kamar mandi dapat memperpanjang proses pemulihan kulit dan membuat keluhan datang berulang.

Mengatur durasi mandi, memilih suhu air yang nyaman, dan memperhatikan kondisi kulit setelah mandi membantu menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
62 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru