HOLOPIS.COM, JAKARTA – TNI Angkatan Laut mengirim bantuan kemanusiaan untuk korban bencana banjir bandang-longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan itu seperti mengerahkan tim medis, 5 unsur Kapal Perang RI (KRI), hingga logistik makanan.
Pengiriman bantuan kemanusiaan itu disaksikan langsung oleh Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, pejabat utama mabes TNI AL, hingga Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Dari keterangan Pusat Penerangan (Puspen) Mabes TNI, lima unsur KRI yang dikerahkan yaitu KRI dr. Soeharso (SHS)-990 dari Jakarta menuju Langsa, KRI Teluk Gilimanuk (TGK)-531 dari Jakarta menuju Lhokseumawe. Lalu, KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat (RJW)-992 dari Surabaya menuju Sibolga, KRI Semarang (SMR)-594 dari Jakarta menuju Nias, dan KRI Sutedi Senaputra (SSA)-378 yang sudah berada di Belawan dan bergerak menuju Langsa.

KSAL Laksamana Muhammad Ali menjelaskan fokus utama operasi ini adalah pemanfaatan Kapal Rumah Sakit, yakni KRI SHS-990 dan KRI RJW-992, sebagai sarana penanganan medis bagi korban bencana. Pun, KRI SHS-990 mengangkut sembilan personel Departemen Kesehatan KRI serta 80 personel Batalyon Kesehatan (Yonkes) Marinir yang membawa fasilitas Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) beserta perlengkapannya.
“Sementara itu, KRI RJW-992 diperkuat 11 personel medis dan sejumlah peralatan kesehatan, termasuk ambulans serta tabung oksigen dalam jumlah besar,” jelas Laksamana Ali.
Dia menambahkan seluruh unsur KRI juga mengangkut logistik berupa bahan makanan, minuman, pakaian, obat-obatan, hingga tabung oksigen. Ia menambahkan dukungan personel khusus turut dikerahkan, meliputi tim gabungan Satkopaska dan Dislambair yang akan membantu proses pencarian dan evakuasi di lokasi terdampak.
Selanjutnya, ada lima helikopter TNI AL yang juga sudah disiapkan untuk dionboardkan pada unsur KRI. Hal itu untuk perkuat misi udara, baik untuk pengintaian, evakuasi, maupun distribusi bantuan cepat. Selain itu, TNI AL sudah menyiapkan opsi penambahan pasukan dengan mengerahkan personel dan material dari Yonmarhanlan pada masing-masing wilayah Kodaeral.

Laksamana Ali menambahkan TNI AL berkomitmen dengan memprioritaskan bantu percepatan bantuan bagi warga korban terdampak. Dia berharap bantuan yang dikerahkan TNI AL bisa segera meringankan beban mereka yang terdampak dari bencana.
“Kita juga mengirim tenaga kesehatan dan zeni marinir untuk membantu merehabilitasi apa yang telah rusak agar bisa diperbaiki di sana,” tutur Lasamana Ali.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan update jumlah korban meninggal imbas bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera. Dari laporan BNPB, jumlah korban jiwa dari wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bertambah.
BNPB menyampaikan data ada 316 orang tewas akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi itu hingga per Minggu (30/11), siang. Selain itu, dilaporkan masih ada 289 orang yang masih dalam pencarian atau hilang.

