HOLOPIS.COM, JAKARTA – Radiasi ternyata menjadi bagian dari kehidupan manusia, meski sering tidak disadari, paparan ini berasal dari berbagai sumber, seperti dari dalam bumi maupun luar angkasa yang terus memancarkan energi ke lingkungan sekitar.
Meski tingkatnya rendah, para ahli menilai pentingnya mengenali jenis radiasi alami agar masyarakat lebih memahami fenomena ini dan tetap waspada pada kondisi tertentu.
Penelitian menunjukkan radiasi alami telah menjadi bagian dari ekosistem sejak Bumi terbentuk. Keberadaannya umumnya tidak berbahaya selama berada pada level normal yang diperkirakan aman bagi manusia. Berikut beberapa jenis radiasi alami yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Radiasi dari Tubuh Manusia
Setiap manusia secara alami membawa unsur radioaktif seperti Kalium-40 yang tersimpan pada jaringan tubuh. Unsur ini meluruh secara perlahan dan memancarkan radiasi dalam jumlah sangat kecil sepanjang hidup. Fenomena ini tidak dapat dihindari karena merupakan bagian alami dari proses biologis.
Para peneliti menegaskan, radiasi internal ini tidak membahayakan karena tingkatnya stabil dan sangat rendah.
Tubuh manusia juga telah beradaptasi dengan kondisi ini selama ribuan tahun, sehingga paparan tersebut dianggap aman sebagai bagian dari radiasi harian yang diterima seseorang.
Radiasi Radon di Dalam Rumah
Radon merupakan gas radioaktif yang terbentuk dari peluruhan unsur radium di tanah dan batuan. Gas ini dapat masuk ke dalam rumah melalui celah lantai, retakan pondasi, atau ruang bawah tanah, terutama ketika kondisi lingkungan lembap atau sirkulasi udara buruk.
Meski tidak kasatmata, radon menjadi perhatian global karena dapat menumpuk dalam ruangan tertutup. Beberapa negara bahkan melakukan pemantauan khusus terhadap kadar radon mengingat paparan jangka panjang berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Ventilasi yang baik disebut menjadi langkah sederhana untuk menjaga konsentrasinya tetap aman.
Radiasi dari Makanan dan Minuman

