HOLOPIS.COM, JAKARTA – Duduk adalah aktivitas sehari-hari yang dilakukan dengan meletakkan tubuh berpangku pada bokong. Aktivitas ini dilakukan hampir di setiap kesempatan, saat belajar, makan, bekerja, menonton televisi, hingga beristirahat.
Meski terlihat sepele, durasi duduk yang terlalu lama perlu mendapat perhatian serius. Apabila tidak dikendalikan, kebiasaan duduk berjam-jam tanpa jeda dapat membahayakan kesehatan.
Dikutip Holopis.com dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), duduk terlalu lama membuat aliran darah melambat, metabolisme menurun, dan otot menjadi pasif. Kondisi ini memicu pegal, kepala terasa berat, hingga energi cepat terkuras. Tubuh manusia pada dasarnya diciptakan untuk bergerak, bukan diam dalam waktu panjang.
Pada era modern, fenomena ini semakin marak. Banyak orang lebih memilih tetap duduk daripada melakukan aktivitas ringan sekalipun. Padahal, kurang gerak dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari nyeri punggung, kaku otot, dan mata lelah, hingga penyakit serius seperti jantung, obesitas, dan diabetes.
Karena itu, hindari kebiasaan duduk terlalu lama, apalagi hingga seharian penuh tanpa henti. Usahakan untuk terus bergerak setiap ada kesempatan agar risiko penyakit dapat ditekan. Saat jam istirahat, bangunlah dari kursi dan lakukan gerakan ringan seperti berjalan atau peregangan.
Gerakan kecil juga tidak perlu menunggu waktu khusus. Saat bekerja, ambil jeda setiap 30 menit untuk berdiri sebentar atau meregangkan tubuh agar aliran darah kembali lancar.
Selagi masih ada kesempatan untuk hidup sehat, lakukanlah sekarang juga.
Kesadaran akan bahaya duduk terlalu lama amat penting, sebab pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan, terutama ketika menyangkut penyakit kronis.
Memang, bergerak berlebihan juga tidak dianjurkan. Namun bukan berarti diam atau duduk berlama-lama menjadi pilihan yang lebih baik. Kuncinya adalah keseimbangan dan tidak melakukan aktivitas secara berlebihan.
Tidak heran jika duduk terlalu lama dijuluki sebagai “rokok jenis baru”, karena risiko penyakit yang ditimbulkannya dapat sebanding dengan kebiasaan merokok. Terlebih bila seseorang duduk terlalu lama sambil merokok, kombinasi tersebut menjadi faktor risiko yang sangat berbahaya.
Gaya hidup sehat tidak selalu harus dimulai dari olahraga berat di pusat kebugaran atau menu makanan super ketat. Langkah sederhana seperti rutin bergerak setelah duduk terlalu lama justru dapat memberi manfaat besar. Jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan kecil ini jauh lebih efektif dibanding aktivitas berat yang hanya dilakukan sesekali.

