HOLOPIS.COM, JAKARTA – Jakarta tidak hanya panggung megah untuk konser internasional, tetapi juga kanvas hidup bagi ekonomi kreatif Indonesia. Hal inilah yang dirasakan langsung oleh legenda musik rock Jepang, Hideto Takarai, yang lebih dikenal sebagai HYDE, dalam sebuah tur kota spesial menggunakan bus tingkat Jakarta City Tour by JakLingko pada Jumat sore.
Didampingi langsung oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, tur ini menjadi cara unik untuk memperkenalkan denyut nadi kota Jakarta kepada musisi kelas dunia, sehari menjelang konser akbarnya, HYDE [INSIDE] LIVE 2025 WORLD TOUR.
Pilihan moda transportasi, yakni bus tingkat beratap terbuka, memberikan pengalaman yang autentik dan tak terduga bagi HYDE. Tur dimulai dari kawasan ramai Ratu Plaza Senayan, membawa sang vokalis L’Arc-en-Ciel ini menyusuri jalanan protokol ibu kota.
Dari atas bus, HYDE disuguhkan pemandangan langsung landmark-landmark ikonik Jakarta, berinteraksi dengan ritme kehidupan kota, dan melihat keragaman ekosistem kreatif, mulai dari seni jalanan hingga gedung-gedung tinggi yang menjadi kantor para pelaku industri digital.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas Indonesia tidak hanya hadir di panggung, tapi juga terasa di setiap sudut kota. Kunjungan ini melambangkan kolaborasi lintas negara dalam mempromosikan potensi ekonomi kreatif Indonesia melalui pengalaman autentik di tengah kota,” ujar Wamen Ekraf Irene Umar.
Perjalanan wisata unik ini mencapai puncaknya di Bundaran Hotel Indonesia. Di sini, HYDE tidak hanya menyaksikan kemegahan patung Selamat Datang, tetapi juga melihat wajahnya sendiri terpampang besar di videotron, yang menjadi bagian dari kampanye promosi konser. Momen ini menjadi perpaduan unik antara seni pertunjukan global dan pemandangan kota lokal.
HYDE sendiri menyampaikan antusiasmenya terhadap energi yang ia serap dari ibu kota. “Jakarta memiliki energi yang luar biasa. Senang bisa melihat sisi lain dari kota ini sebelum konser besok. Semoga penggemar di sini bisa merasakan semangat yang sama di panggung nanti,” katanya.
Tur singkat ini berhasil membuktikan bahwa pengalaman wisata di Jakarta dapat menjadi jembatan diplomasi budaya dan ekonomi kreatif. Bus tingkat bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebuah wahana untuk melihat Jakarta sebagai kota global yang penuh energi, siap menjadi pusat kreativitas dan destinasi musik internasional, sekaligus mendorong subsektor musik sebagai ‘the new engine of growth’ bagi bangsa.

