Sabtu, 21 Feb 2026
BREAKING
Sabtu, 21 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Kunjungan Reses Komisi IV DPR RI di Bali Awasi Repatriasi Perkici dan Pelepasliaran Penyu

19 Shares

HOLOPIS.COM, DENPASAR – Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja Reses di Pantai Saba, Kabupaten Gianyar, Bali, pada hari Senin (27/10) untuk mengawasi pelaksanaan dua agenda konservasi utama repatriasi 40 ekor Perkici Dada Merah dan pelepasliaran ratusan tukik.

Kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ini dipimpin oleh Siti Hediati Soeharto dan turut dihadiri Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, serta Gubernur Bali, Wayan Koster. Mereka berfokus pada pengawasan langsung dan partisipasi dalam aksi pelestarian keanekaragaman hayati di Bali.

- Advertisement -

Agenda dimulai dengan kabar gembira yaitu suksesnya repatriasi 40 ekor Perkici Dada Merah (Trichoglossus forsteni mitchellii). Burung-burung ini, yang merupakan bagian dari keanekaragaman hayati Indonesia, akhirnya kembali ke habitat aslinya setelah upaya pemulangan yang panjang, menandai sebuah kemenangan diplomasi konservasi.

Setelah seremoni Perkici, fokus beralih ke pasir Pantai Saba. Di sini, aksi penyelamatan laut dipertontonkan. Sebanyak 200 ekor tukik (anak Penyu Lekang), hasil penetasan lokal, dilepasliarkan untuk memulai perjalanan hidup mereka yang penuh tantangan di samudra.

- Advertisement -

Pelepasliaran ini juga melibatkan 10 ekor penyu dewasa dari tiga jenis dilindungi yaitu 3 ekor Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), 6 ekor Penyu Hijau (Chelonia mydas), dan 1 ekor Penyu Sisik (Eretmochelys imricata). Satwa-satwa ini merupakan hasil penyelamatan dan perawatan dari Kelompok Pelestari Penyu (KPP) setempat.

Aksi masif ini tidak lepas dari peran para pahlawan lokal. Bendesa Adat Saba, I Gusti Ngurah Mahendradinata, menyambut para tamu kehormatan dan menekankan peran KPP Saba Asri sebagai benteng pertahanan penyu, sekaligus pusat pembelajaran bagi generasi muda dan wisatawan.

Ketua AKPPB (Asosiasi Kelompok Pelestari Penyu Bali), Made Sukanta, menjelaskan bahwa asosiasi yang menaungi 31 KPP ini lahir dari semangat kolektif untuk melindungi penyu, yang statusnya kini kritis dan masuk kategori Endangered (EN) oleh IUCN.

“Pembentukan asosiasi ini memperkuat jaringan, agar upaya pelestarian lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar Made Sukanta.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, berjanji akan mendorong perhatian dan pembinaan maksimal bagi seluruh KPP di Bali. Beliau juga berpesan kepada masyarakat pesisir untuk segera melaporkan penemuan penyu terdampar atau bertelur kepada KPP terdekat.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan apresiasi tinggi. “Kegiatan KPP adalah kunci. Kita harus terus berusaha meningkatkan populasi di alam, mengingat status penyu yang terancam punah akibat perusakan habitat dan rendahnya kemampuan bertahan hidup saat masih tukik,” tegasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
19 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru