HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ribuan musisi dunia melakukan aksi boikot sebagai gelombang protes terhadap kejahatan genosida yang dilakukan Israel terhadap Palestina.
Gerakan yang dinamai ‘No Music for Genocide‘ ini berhasil menggerakan lebih dari 1.000 artis dan label kelas dunia melakukan blokir wilayah Israel (geo-blocking) dengan menghapus karya mereka dari platform musik yang terafiliasi dengan Israel.
Para penyelenggara menyebut bahwa tindakan nyata ini merupakan langkah untuk menghormati tuntutan rakyat Palestina agar dunia mengisolasi dan mendelegitimasi Israel atas tindakannya yang menewaskan ribuan jiwa tanpa adanya hukuman dan konsekuensi dari ranah internasional.
Selain menarik karya nya dari sejumlah platfrom yang terafiliasi dengan Israel, sejumlah musisi dan seniman juga mengirim gambar memilukan yang menunjukkan penderitaan warga Palestina, terutama anak-anak yang menderita kelaparan di tengah serangan Israel yang tiada henti.
Dikutip Holopis.com dari nomusicforgenocide.org, beberapa band ternama seperti Massive Attack, Primal Scream, Japanese Breakfast, Rina Swayama musisi pop jepang dan beberapa musisi serta penulis ternama lainnya turut menandatangi petisi boikot.
Gerakan boikot dilakukan untuk menekan label musik besar yang terafiliasi dengan Israel seperti Sony, Universal, dan Warner agar turut mengikuti langkah serupa untuk menghentikan genosida di negara Rusia setelah invasi ke Ukraina.
Selain itu, gerakan ‘No Music for Genocide’ bukan hanya fokus pada isu Palestina saja, melainkan juga mengajak agar industri musik internasional juga peduli terhadap kejahatan yang dilakukan oleh Rusia terhadap Ukraina.
“Melalui budaya dapat menghilangkan penindasan politik, sehingga dapat menolak segala bentuk normalisasi kejahatan atau yang disebut art-washing terhadap negara atau perusahaan yang melakukan terhadap kemanusiaan,” jelas penyelenggara No Music for Genocide.

