Jumat, 20 Feb 2026
BREAKING
Jumat, 20 Feb 2026

Pesona Festival Gandrung Sewu 2025: Perhelatan Kolosal dan Daya Tarik Budaya Global Banyuwangi

25 Shares

HOLOPIS.COM, BANYUWANGI Puncak perayaan budaya terbesar di ujung timur Pulau Jawa, Gandrung Sewu Banyuwangi, siap kembali memukau dunia. Mengusung tema yang sarat makna, ‘Selendang Sang Gandrung’, perhelatan kolosal ke-12 ini akan menyulap Pantai Boom Marina menjadi panggung alam raksasa pada 25 Oktober 2025.

Lebih dari sekadar pertunjukan tari, festival ini merupakan manifestasi kolaborasi 1.350 penari dan pemusik, yang seluruhnya berlatar belakang siluet megah Selat Bali dan Gunung Ijen yang memesona, menjanjikan tontonan yang tak tertandingi.

- Advertisement -

Sesuatu yang menempatkan Gandrung Sewu tahun ini di level yang berbeda adalah partisipasi internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebanyak 200 penari datang dari berbagai penjuru, bukan hanya dari kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Makassar (Sulawesi Selatan), dan Palembang (Sumatra Selatan), tetapi juga dari benua lain, termasuk Amerika Serikat dan wilayah eksotis seperti Papua.

Keterlibatan penari dari empat benua adalah penanda tegas bahwa Gandrung Sewu telah melampaui batas Banyuwangi. Tentu ini adalah momentum pengakuan bahwa jiwa seni dan narasi budaya Gandrung kini benar-benar menjadi warisan dunia.

- Advertisement -

Kunjungan para penari internasional ini tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian, tetapi juga memberikan dampak ekonomi lokal yang signifikan, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga sektor UMKM.

Tema ‘Selendang Sang Gandrung’ secara mendalam mengupas sisi spiritual dan perjuangan seorang penari Gandrung. Selendang, yang menjadi properti utama, tidak hanya diinterpretasikan sebagai kain penghias, tetapi sebagai simbol jiwa, regenerasi, dan ikatan abadi dengan nilai-nilai leluhur.

Pertunjukan ini akan menyajikan narasi epik tentang perjalanan seorang penari, mulai dari proses regenerasi yang sulit, disiplin di balik keindahan gerak, hingga dedikasi mereka sebagai penjaga tradisi. Ini adalah ajakan untuk menyelami spirit yang terpatri dalam setiap ayunan lembut dan hentakan kaki yang bertenaga.

Kemeriahan Gandrung Sewu 2025 telah dirancang sebagai festival tiga hari yang memadukan pertunjukan modern dan ritual sakral, menjadikannya paket wisata budaya yang lengkap.

Pada hari pertama yaitu Kamis, 23 Oktober festival dimulai dengan rangkaian pementasan Musik Etnik Kontemporer di Pantai Boom Marina. Musik-musik daerah dikemas ulang dengan sentuhan modern, menciptakan irama yang energik dan imersif.

Kemudian di hari Jumat, 24 Oktober, pagi hingga sore hari diisi dengan ritual sakral Meras Gandrung, sebuah upacara adat sebagai penanda berakhirnya masa belajar dan pengukuhan seorang penari Gandrung. Malam harinya, panggung akan diramaikan dengan Konser Musik Perkusi, menampilkan kekuatan ritme dari alat musik tradisional dan modern.

Lalu hari terakhir yakni Sabtu, 25 Oktober merupakan puncak Pertunjukan kolosal Gandrung Sewu ‘Selendang Sang Gandrung’ yang melibatkan 1.350 penari, diselenggarakan tepat saat matahari terbenam, menyajikan panorama yang tak terlupakan.

Wisatawan dan pecinta seni disarankan untuk segera merencanakan perjalanan mereka ke Banyuwangi untuk menyaksikan langsung magnet budaya yang telah mendunia ini. Gandrung Sewu bukan hanya tentang tarian, tetapi tentang sebuah pengalaman totalitas seni, sejarah, dan keindahan alam.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
25 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru