Minggu, 22 Feb 2026
BREAKING
Minggu, 22 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Kritik MBG, Restorasi Jiwa Indonesia Harap Pemerintah Banyak Mendengar

20 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Founder Restorasi Jiwa Indonesia, Syam Basrijal memberikan kritik terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah.

Hal ini lantasan program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut tengah mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan. Salah satunya karena maraknya kasus keracunan makanan yang dialami para pelajar penerima program.

- Advertisement -

“Bagaimana mungkin program yang lahir dari niat baik bisa menimbulkan keresahan begitu dalam?,” kata Syam Basrijal kepada Holopis.com, Selasa (7/10/2025).

Ia berpendapat kekacauan program unggulan Presiden tersebut karena para pelaksananya yang tidak memahami niat utama Presiden dan cenderung tidak mampu melaksanakan program dengan baik.

- Advertisement -

“Kini program ini berubah menjadi cermin retak yang memperlihatkan wajah sesungguhnya dari sistem kita, bahwa niat baik yang kehilangan arah karena kesadaran yang terlepas dari kendali,” tuturnya.

Di sisi lain, struktur pengelola MBG yang kini berada di bawah komando Badan Gizi Nasional (BGN) juga menjadi sorotan tersendiri. Syam berpendapat, kealpaan ahli gizi di kabinet pimpinan MBG menjadi salah satu persoalan serius mengapa program ini seperti semrawut.

“Seperti rumah yang dibangun tanpa fondasi, program ini tampak megah di permukaan, tetapi rapuh di dalam. Kritik itu bukan sekadar soal struktur, melainkan cermin dari kebiasaan kita: menempatkan loyalitas di atas kompetensi, citra di atas substansi,” ujarnya.

Menurut Syam, ketika kebijakan publik kehilangan roh keahlian dan moralitas, niat baik berubah menjadi alat politik. Maka kKemudian, Restorasi Jiwa Indonesia menilai akar persoalan bangsa bukan semata-mata pada sistem yang rusak, tetapi pada kesadaran yang memudar.

Syam menegaskan bahwa bangsa ini terlalu sering mengira perubahan sosial dapat dicapai melalui proyek, bukan melalui kebangkitan kesadaran kolektif.

“Padahal yang harus direstorasi bukan hanya sistemnya, melainkan jiwanya — kesadaran kolektif yang lupa makna melayani,” tutur Syam Basrijal.

Ketimbang seperti denial pada keadaan buruk yang ada, ia menyarankan pemerintah sebagai pemangku kebijakan benar-benar mendengarkan apa yang menjadi kritik dan masukan yang membangun terkait dengan kacaunya tata kelola MBG tersebut. Sebab jangan sampai niat baik Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan pemenuhan gizi kepada anak-anak dan ibu hamil justru menjadi ancaman bagi kesehatan para penerima manfaat.

“Mungkin inilah saatnya kita berhenti sejenak — bukan untuk menyalahkan, tetapi untuk mendengarkan. Dengarkan keresahan bangsa yang sebenarnya haus akan kepemimpinan yang berjiwa, bukan sekadar berkuasa,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
20 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru