JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert tidak khawatir dengan minimnya persiapan tim karena belum sepenuhnya punggawa Skuad Garuda bergabung, mengingat pemain abroad masih memiliki agenda bersama klubnya dan akan menyusul ke Arab Saudi.
Seperti yang telah diketahui bersama, para pemain Timnas Indonesia yang tampil di kompetisi lokal telah berangkat lebih dulu ke Arab Saudi untuk menggelar latihan.
Sebanyak 15 pemain mengikuti sesi latihan untuk menyambut Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia tersebut. Ada pun satu pemain lokal lain yang belum bergabung yakni kiper Reza Arya Pratama, ia menyusul tiba di Arab Saudi karena memang baru diumumkan bakal bergabung bersama skuad Garuda.
Ada pun sejumlah pemain lainnya masih belum bergabung, baru dua pemain abroad yang bergabung, yakni Ole Romeny dan Ramadhan Sananta.
“Mengenai hal ini, Kluivert tidak begitu mempermasalahkan hal tersebut. “Ya, saya rasa mereka akan beradaptasi dengan lancar. Semua orang sudah tahu cara kerja kami karena sebelumnya kami juga pernah mengalami situasi serupa, dimana pemain-pemain datang secara bertahap,” ucap Kluivert, sebagaimana informasi yang dikutip Holopis.com.
“Mereka akan langsung masuk ke dalam sistem, jadi saya tidak khawatir dengan cara mereka bergabung,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kluivert juga tak mempermasalahkan soal mepetnya waktu persiapan dengan jadwal pertandingan. Ia hanya menegaskan para pemain harus siap dalam segala keadaan.
“Tidak pernah mencukupi waktunya, tentu saja, anda ingin melatih sesuatu yang ingin anda lihat. Kami tahu kami mewakili negara besar sepakbola dan kita tahu apa yang kita inginkan,” ujarnya lagi.
“Jika saja saya bisa mengubah tanggal para pemain tiba tentu saja saya akan sangat senang. Tapi tidak ada yang bisa kami lakukan, yang paling penting adalah apa yang saya bisa lakukan sebagai pelatih adalah untuk mempersiapkan para pemain dengan baik untuk laga, demi memastikan mereka bugar,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Timnas Indonesia akan tampil perdana di Babak 4 melawan tuan rumah Arab Saudi, pada (8/10), lalu tiga hari kemudian melawan Irak.

