JAKARTA – Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin mengaku setiap hari harus merasakan was-was menjadi pembantu Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut diungkapkan Muhaimin Iskandar saat Hari Tani Nasional 2025 dan harlah ke-11 Gerbang Tani di DPP PKB, Jakarta.
Cak Imin yang menjabat Menko Pemberdayaan Masyarakat itu mulanya memuji kinerja Presiden Prabowo yang memberikan perhatian terhadap persoalan pupuk untuk petani
“Alhamdulillah ini Pak Prabowo menangani langsung (persoalan pupuk petani). Kita doakan Pak Prabowo sehat terus. Menangani langsung dan pernyataan beliau clear,” kata Cak Imin dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com.
Di sisi lain, Cak Imin yang tersandung dalam kasus korupsi di KPK ini pun mengaku harus bekerja keras mengimbangi kerja Presdiden Prabowo.
Oleh karena itu, dirinya pun mengaku setiap hari merasa deg-degan dan khawatir dirinya bisa dicopot dari jabatan menteri secara mendadak.
“Tinggal anak buahnya bisa atau nggak. Harus banyak selawat jadi anak buah Pak Prabowo. Karena, kalau nggak, dipecat setiap saat bisa, gitu,” ucapnya.
Tak hanya itu, Cak Imin juga ikut-ikutan membawa anak buahnya di partai yang diklaim merasakan hal serupa.
“Banyak selawat. Karena ya kita juga deg-degan, juga Faricha (Wamenkop) itu. Baru dilantik udah deg-degan,” ucapnya.
Tak hanya itu, Cak Imin menyebut para pembantu presiden yang tidak serius untuk mengabdi kepada negara dipastikan kondisi mentalnya selalu resah.
“Tapi ini serius, serius. Keseriusannya itu terbukti. Yang nggak serius, mentalnya resah,” tukasnya.

