Jumat, 20 Feb 2026
BREAKING
Jumat, 20 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Mencari Ketenangan Jiwa di Jantung Jawa Jadi Jurus Baru Indonesia Tarik Wisatawan

3 Shares

JAKARTA – Di tengah hiruk pikuk dunia modern yang tak pernah berhenti, banyak orang rela terbang jauh untuk menemukan satu hal yang kian langka: ketenangan jiwa.

Merespons tren ini, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memperkenalkan sebuah strategi baru yang bukan hanya menjual keindahan alam, melainkan juga kekayaan spiritual dan budaya. Nama programnya: “Wonderful Indonesia Wellness 2025”.

- Advertisement -

Peluncuran yang digelar di Gedung Sapta Pesona Jakarta pada Rabu lalu menjadi penanda babak baru. Menteri Widiyanti tidak lagi mempromosikan Indonesia sebagai destinasi liburan biasa, melainkan sebagai ‘negeri yang menyehatkan, menenangkan, dan menginspirasi’.

Tentunya ini bukan sekadar slogan, melainkan ambisi besar yang didukung data. Indonesia adalah penyumbang nilai ekonomi kebugaran tertinggi di Asia Tenggara dan menduduki peringkat keenam di Asia Pasifik.

- Advertisement -

Jurus pamungkas “Wonderful Indonesia Wellness 2025” terletak pada keunikan pengalaman yang ditawarkan. Alih-alih mengadopsi konsep wellness ala Barat, acara ini justru menggali kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun oleh Kerajaan Mataram.

Acara yang akan berlangsung sepanjang November di Surakarta dan Yogyakarta ini adalah gabungan dua festival yaitu Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2025 dan Royal Surakarta Wellness Festival (RSWF). Peserta diajak menyelami filosofi hidup yang terbingkai dalam tradisi Keraton.

Menurut Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, Ketua JCWF 2025, wellness di Yogyakarta bukan hanya tren, melainkan bagian dari falsafah hidup. “Semua terangkum dalam tema Salarasing Urip, Wiraga, Wirasa, Wirama yang berarti Kesatuan Hidup, Raga, Rasa, dan Irama,” jelasnya.

Senada dengan itu, Project Leader RSWF, Gusti Raden Ayu (GRAy) Putri Purnaningrum, menambahkan bahwa Keraton Surakarta memiliki konsepsi ‘Titi, Ngadi, Ngusadi’ yang mengajarkan bahwa untuk menyelesaikan masalah hidup, seseorang perlu berupaya menyembuhkan dan menghargai diri sendiri.

Melalui kedua festival ini, wisatawan diajak untuk tidak hanya melihat warisan budaya, tetapi juga merasakannya. Pengalaman seperti terapi herbal, santapan sehat ala Keraton, dan ritual spiritual akan menjadi daya tarik utama.

Sementara itu, Vinsensius Jemadu, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenpar, optimistis bahwa acara ini akan menjadi panggung wellness berkelas dunia yang mengangkat nama bangsa.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, Keraton, dan komunitas, Indonesia siap menyambut wisatawan yang mencari sesuatu yang lebih dari sekadar liburan tetapi juga sebuah transformasi diri.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
3 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru