JAKARTA – Bencana angin kencang melanda setidaknya dua kabupaten yang terbagi di dua provinsi di Indonesia sejak beberapa waktu yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, bencana angin kencang pertama terjadi di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.
“Kondisi hujan disertai angin kencang merusak rumah warga di Dusun Wonorejo, Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (18/9).
Abdul mengungkapkan bahwa setidaknya ada sebanyak 13 unit rumah terdampak, sedangkan untuk jumlah korban masih dalam pendataan.
Abdul menyebut bahwa BPBD Pesawaran berkoordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat melakukan gotong royong pembersihan material.
Bencana serupa kemudian diketahui juga terjadi di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Dimana hujan disertai angin kencang terjadi pada Selasa (16/9) dan merusak rumah warga di Desa Ueuni, Kecamatan Palolo.
“Sebanyak 11 KK terdampak,” ujarnya.
Abdul kemudian mengimbau masyarakat untuk menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan deras disertai petir dan angin kencang.
“Warga bantaran sungai diminta memantau ketinggian muka air secara berkala dan segera menyelamatkan diri ke lokasi lebih aman jika air meningkat drastis. Warga di permukiman padat diminta memastikan saluran air dan selokan tidak tersumbat,” imbaunya.
“Warga yang tinggal di perbukitan, lereng tebing, dan kaki gunung perlu mewaspadai hujan lebat berdurasi lebih dari satu jam, memantau perkembangan cuaca, dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta lembaga terkait,” lanjutnya.

